Obat Tradisional Sakit Mata Yang Manjur

Anda pasti tidak ingin seperti Tobi-kan? Sampai ribuan kalipun diobati matanya pasti tetap merah. Hehehe….

Daya tahan tubuh sangat mempengaruhi mata dalam menghalau penyakit-penyakit yang menyerangnya. Daya tahan tubuh bagus, biasanya mata selalu selamat. Satu lagi, sering-sering cuci tangan dan yang paling penting jangan ucek mata/sentuh mata biar sebentar saja.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita



Bila mata gatal karena kelilipan, pejamkan saja mata, tahan sebentar sampai air matanya keluar, biasanya debu/benda kecil yang masuk akan keluar sendiri bersama air mata tsb. Sakit mata itu katanya lagi menular lewat cairan. Jika bersalaman dengan orang sakit mata, berikan segera tangan sebelum beraktivitas yang lain.

Tidak ada salahnya bila kita mencoba obat tradisional jika mengalami sakit mata. Cobalah tops berikut:

Petik secukupnya beberapa lembar daun sirih.
Kemudian rendam daun sirih dalam air panas.
Tunggu sampai rendaman sampai hangat ataupun dingin.
Celupkan mata anda ke dalam rendaman beberapa kali.

Semoga bermanfaat.
»»  Baca Selengkapnya...

Cara Memelihara Kesehatan Mata Anda

Pemeriksaan kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.

Mata adalah jendela hati. Rasa sedih atau bahagia bisa berawal dari pandangan mata. Kita mengenal konsep indah, serasi, warna dan bentuk juga tak lepas dari peran indra penglihatan.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak mengindahkan anjuran memeriksakan kesehatan mata secara rutin minimal enam bulan sekali.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Jangankan melakukan pemeriksaan mata sebagai langkah pencegahan, mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan pun acapkali malas untuk berkunjung ke dokter.

Hal ini juga terjadi di Amerika, seperti yang dilaporkan dalam sebuah survei terbaru di negara adidaya tersebut. Berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata. Kondisi ini dapat memburuk, terutama pada mereka yang tidak menggunakan lensa pengoreksi (corrective lens), semisal pada masalah mata minus atau plus.

Pada kelompok ini, 3 dari 5 orang mengaku belum melakukan uji penglihatan selama lebih dari dua tahun. Para dokter meyakini hal tersebut disebabkan mayoritas gangguan penglihatan tampak tidak jelas dan karena orang umumnya tidak menjadwalkan kunjungan ke dokter mata sebagai sesuatu yang rutin. "Ya, mungkin kita sibuk. Sebagian besar dari kita mungkin memiliki penglihatan yang bagus sehingga kita merasa baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun. Kenyamanan inilah yang kerap membuat kita terlalu berpuas diri," ungkap ahli mata dari the University of California di San Francisco, Amerika, Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara American Academy of Ophthalmology.

Survei yang dilakukan American Academy of Ophthalmology kian menguatkan asumsi tersebut. Hanya 28 persen orang yang disurvei yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko terkena penyakit mata tertentu, dan hanya 23 persen yang menaruh perhatian akan kekhawatiran kehilangan penglihatan. Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan, deteksi dini gangguan mata amatlah penting.

Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan. Selama ini kebanyakan orang beralasan bahwa penglihatannya tidak bermasalah, mata tidak sakit dan terlihat baik-baik saja. "Mereka tidak menyadari bahwa banyak sekali penyakit mata yang tidak memunculkan gejala pada stadium awalnya," tandas Beebe yang juga seorang juru bicara di American Optometric Association. Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang. Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut saraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut saraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.

"Bersamaan Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal, sesungguhnya telah terjadi penurunan fungsi penglihatan yang nyata yang dapat mengarah pada hilangnya penglihatan," kata Iwach. "Namun jika kita sigap menanganinya lebih awal, banyak hal yang masih bisa diselamatkan," imbuhnya seraya mengungkapkan bahwa pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan mata tersebut. "Mata adalah organ yang unik, di mana kami dapat melihat pembuluh darah, nadi dan saraf secara jelas, bahkan hingga ke bagian belakang mata dan saraf optik. Melalui pemeriksaan mata, kita juga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit sistemik," tutur Iwach.

Ia mencontohkan, sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Sebagai langkah pencegahan, The American Optometric Association merekomendasikan orang dewasa untuk mengecek kondisi kesehatan mata setidaknya setiap dua tahun sekali. Ini penting dilakukan sekalipun tidak ada keluhan penglihatan apa pun.

Sementara bayi dan anak-anak harus dicek kesehatan matanya pada usia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk SD, dan selanjutnya setiap dua tahun sekali. Survei yang dilakukan The American Optometric Association mengungkap bahwa 8 dari 10 anak tidak pernah mendapatkan pemeriksaan mata hingga menginjak usia setahun. "Orang tua mungkin melihatnya baik-baik saja, anaknya tidak mengeluh apa pun, jadi tidak masalah. Padahal, perlu diingat bahwa anak usia setahun belum memiliki acuan atau perbandingan objek apa saja yang seharusnya dapat mereka lihat. Jadi, kalaupun ada sesuatu yang salah, mereka tidak akan mengatakannya karena tidak tahu," papar Beebe.

Bagi Anda yang mulai menginjak usia 40, panduan terbaru dari the American Academy of Ophthalmology juga menyarankan kunjungan ke dokter spesialis mata (ahli opthalmology) setidaknya sekali. Menurut Iwach, hasil konsultasi dan tes mata ini dapat mengungkapkan kemungkinan adanya faktor risiko gangguan penglihatan, terutama yang rentan dialami pada usia senja seperti halnya katarak.
»»  Baca Selengkapnya...

Mata Adalah Jendela Hati, Yang Tak Pernah Bohong

Mata adalah jendela hati,mata juga melukiskan ekspresi jiwa,saat sedih mata menangis saat senang mata akan tertawa,mata tak pernah bohong”

Mungkin ungkapan di atas seperti apa yang kurasakan saat ini.Walau suasana cerah hari ini tak membuat hatiku bersinar seperti matahari.Senyumku tak lagi merekah,hatiku begitu gundah,leher terasa kelu.Tak terasa mataku telah basah …

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Tak ingin aku menghabiskan air mata ini hanya untuk menangisi sepi.Jujur aku merasa kesepian,jauh dari orang-orang yang aku sayangi.Aku harus berjuang sendiri ketika ada masalah.Aku kadang iri dengan mereka,yang pulang kerja bertemu orang-orang yang terkasih.Bisa bercanda sambil menikmati senja.Tapi aku pulang kerja hanya berjumpa bantal guling saja.Kadang ingin kubunuh sepi dengan bercanda dengan mereka tapi jarak yang begitu jauh memisahkan kita.Ingin kubuang bosan dengan menyibukkan diri,lelah aku berpura-pura menjadi orang yang selalu ceria.Aku hanya makhluk biasa yang jauh dari kata sempurna”Hati bisa sakit sebagaimana sakitnya jasad,hati bisa kena virus demam atu flu,sebagaimana raga”.Dan saat ini aku benar-benar sakit karena menahan rindu.

Ya rab…seandainya waktu dapat di ulang kembali ku ingin kembali kemasa kecil,agar selalu kurasakan sentuhan lembut kasih sayang bunda,dan nasehatnya yang begitu menyejukan jiwa…..!!!!

»»  Baca Selengkapnya...

Tips Cara Untuk Melindungi Mata

Sebagian besar pekerjaan yang kita lakukan berhubungan dengan komputer, sehingga disadari atau tidak, kerusakan mata kerap terjadi. Untuk membantu menghindari terjadinya kerusakan mata atau mengurangi tebalnya lensa kacamata Anda, coba lakukan beberapa tip berikut..

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita


  • Pastikan ruangan kerja atau ruangan baca Anda mendapat penerangan yang cukup, tidak terlalu terang dan tidak terlalu suram.
  • Jangan biarkan mata Anda terus menerus menatap layar monitor atau buku yang sedang Anda baca. Usahakan untuk memnadang ke arah lain beberapa menit sekali. Agar lebih murah, atur posisi duduk Anda sehingga memungkinkan untuk melihat pemandangan dengan lain di kejauhan dari samping atau dari atas layar monitor.
  • Usahakan untuk tidak bekerja dalam jarak yang terlalu dekat dengan layar monitor.
  • Untuk melindungi mata, usahakan untuk menggunakan pelindung monitor.
  • Usahakan untuk sering berkedip. Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Jepang pada tahun 1993, para pekerja kantor dalam keadaan rileks akan berkedip 22 kali per menit. Ketika menatap materi cetakan mereka berkedip 10 kali per menit. Tetapi ketika bekerja di depan komputer, mereka hanya berkedip 7 kali per menit, dan sering sekali menatap layar dengan mata terbuka lebar. Akibatnya, kelembaban mata berkurang, mata menjadi kering dan mudah teriritasi.
  • Mengenakan kaca mata akan menimbulkan ketergantungan dan membuat mata semakin lemah sehingga kehilangan fokus alaminya. Karena itu, lebih baik tidak mengenakan kacamata sepanjang waktu. Kenakan saja di mana perlu, atau dalam posisi yang berpotensi membahayakan seperti memasak, menyetir atau menggunakan alat berlistrik. Kecuali bagi yang kacamata minusnya sudah telanjur tebal sehingga tidak bisa begitu saja melepasnya. Lakukan perlahan-lahan.

»»  Baca Selengkapnya...

Cara Menghindari Ketularan Dari Sakit Mata

Bila mata Anda terlihat menjadi merah muda, terasa perih dan mengeluarkan air, Anda mungkin menderita sakit mata konjungtivitis, infeksi mata yang paling menular. Jika tidak diobati secara khusus penyakit ini akan menularkan ke orang lain.

Sakit mata mudah sekali menularnya. Satu orang saja yang di ruangan ada yang terkena sakit mata, risiko tertularnya sangat tinggi. Jika Anda atau ada orang yang menderita sakit mata seharusnya berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar agar tidak menulari orang lain.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Penyakit mata biasanya diakibatkan oleh infeksi dari bakteri, jamur atau virus. Infeksi ini dapat terjadi di berbagai bagian mata dan bisa mempengaruhi keduanya atau hanya salah satu mata saja.

Gejala dari infeksi mata ini mencakup kemerahan, gatal, bengkak, banyaknya kotoran mata yang keluar (belekan), nyeri dan sakit serta bermasalah dengan penglihatan.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebab infeksinya, perawatan yang diberikan biasanya meliputi kompres, obat tetes mata, salep atau antibiotik. Hal yang membuat sakit mata lama untuk sembuh karena adanya infeksi kedua yang biasanya disebabkan oleh kuman atau bakteri.

Penyakit mata yang paling mudah menular adalah penyakit konjungtivitis, yaitu iritasi akibat adanya infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Hal ini disebabkan virusnya ada dimana-mana dan bisa berterbangan di udara.

Penyakit mata sangat mudah menular, semua peralatan yang digunakan dan disentuh oleh penderita bisa menjadi sumber penularan sakit mata. Karena virus ini sangat mudah menyebar di udara, sebaiknya penderita sakit mata tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Seperti dikutip dari eHow, Selasa (23/2/2010), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari sakit mata, yaitu:

1. Menghindari menyentuh mata setelah bepergian atau menyentuh barang-barang orang yang sakit mata. Biasakan untuk selalu mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan cairan pembersih tangan sebelum menyentuh mata.

2. Menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk, kacamata, sapu tangan, perias mata atau lensa kontak dengan orang lain.

3. Sebaiknya tidak mengucek-ucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah goresan mata dan infeksi dari kuman yang mungkin menempel di tangan, karena tangan tidak selalu berada dalam kondisi steril.

4. Menggunakan pelindung mata seperti kacamata jika berada di tempat-tempat yang berisiko tertular sakit mata atau jika sedang mengendarai sepeda motor agar tidak terkena debu atau angin yang dapat menyebabkan iritasi.

5. Memperhatikan kebersihan dari kacamata atau lensa kontak yang digunakan.
»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Glaukoma dan Cara Pencegahannya

Mereka yang berusia 40 tahun keatas, kemungkinan bisa mengidap penyakit Glaukoma. Namun demikian, tidak dipungkiri bisa juga menyerang semua umur dan tanpa batasan jenis kelamin. Penyakit ini timbul pada orang-orang yang mempunyai bakat glaukoma atau diakibatkan penyakit mata lain.

Apabila dapat diatasi dengan baik sebelum terjadi kerusakan retina dan syaraf mata, biasanya ada harapan untuk pulih kembali. Penderita glaukoma memerlukan pengawasan seumur hidup. Lebih awal penyakit glaukoma diketahui dan diobati, lebih baik hasil yang dicapai.

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan di dalam mata. Glaukoma akut terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan penglihatan. Pada glaukoma kronis peningkatan tekanan di dalam mata terjadi dalam masa beberapa bulan atau tahun tanpa terjadi gejala apa-apa. Kalau tidak diobati, glaukoma kronis akhirnya mengakibatkan kebutaan total. Glaukoma dapat juga disebabkan oleh penyakit mata lainnya.

Terdapat 4 jenis glaukoma :
- Glaukoma sudut terbuka
- Glaukoma sudut tertutup
- Glaukoma kongenitalis
- Glaukoma sekunder

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

Gejala-gejala

- Glaukoma sudut terbuka :

Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.

Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala. Lama-lama timbul gejala berupa :

  • penyempitan lapang pandang tepi
  • sakit kepala ringan
  • gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
    Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).

Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaksolol, karteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.

Juga diberikan pilokarpin untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinefrin, dipivefrin dan karbakol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).

Glaukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu), bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus, sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil, atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.

Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan :
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.

Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

Pengobatan glaukoma sudut tertutup :

  • Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya asetazolamid).
  • Tetes mata pilokarpin menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta bloker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilokarpin dan beta bloker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.

Glaukoma sekunder
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat :
- infeksi
- peradangan
- tumor
- katarak yang meluas
- penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. jika penyebabnya adala peradangan, diberikan kortikosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. kadang dilakukan pembedahan.

Glaukoma kongenitalis
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Bila anda mengalami salah satu gejala diatas, segeralah konsultasi dengan dokter anda, atau periksakan mata satu tahun sekali bila dalam keluarga anda, ada yang menderita glaukoma. Karena mencegah lebih baik dari pada sudah terdeteksi menderita penyakit tersebut.
»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Silinder dan Mata Minus

Bulan Juli tahun lalu saya pernah cerita tentang kacamata trus bagaimana perkembangan yang terjadi tahun ini??? Postingan tahun lalu saya tulis tanggal 20 Juli, skrg tanggal 18 Juli *beda 2 hari aja* saya akan cerita tentang kacamata juga.

Kacamata yang lama *tahun lalu* saya gunakan adalah :

Kiri : silinder = 0.75 dan minus = 0

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0

Jadi mata saya tidak minus tapi silinder, kekekeke…

Pada saat menemani adik ganti kacamatanya yang hilang, saya iseng2 periksa juga dan… saya mendapatkan hasil :

Kiri : silinder = 1.25 dan minus = 1.25

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0.75

Waaaaaaaaaa…skrg mata saya ada minusnya..Hiks! *pengaruh kah karena rajin ng-blog* Tapi alhamdulillah, setidaknya ukuran silinder n minusnya tidak besar *semoga tidak bertambah* dan saya masih nyaman dengan kacamata lama *alasan gak ganti kacamata*, hehehehe…

Ketika kita melihat seseorang menggunakan kacamata, apa yg sering kita tanyakan??

“Matanya minus berapa??”

Begitu bukan? Ntah apa sebabnya orang lebih sering menganggap mata yang tidak normal *pake kacamata* dianggap matanya minus. Padahal belum tentu minus.

Saya sendiri sering dilontarkan pertanyaan seperti itu. Jawaban yang saya berikan biasanya seperti ini :

“Tidak ada minus, hanya silinder”

Jawaban tersebut malah menimbulkan pertanyaan baru lagi..

“Silinder itu gmn?”

Nah loh??? Emangnya orang yang pake kacamata hanya karena matanya minus?! Ya gak lah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

Seperti itulah kondisi mata minus jika melihat jarak jauh. Mata minus disebut sebagai myopia, yaitu pandangan kabur atau blur pada saat melihat detail jarak jauh.

Selanjutnya lihat lagi gambar berikut :

Selain mata minus ada juga mata silinder, yaitu gejala blur ke arah tertentu, tidak seperti minus yang blurnya sama ke segala arah 360°. Patokan silinder ini gejalanya berbeda-beda, diukur dari titik pusat konsentris antara 0 hingga 180°.

Menurut cerita di sini ada beberapa kelainan reflaksi yang sering dijumpai :

· Miopia
Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.

· Hipermetropia
Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal.

· Astigmatisme
Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan.
Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.

Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.

· Kombinasi Kelainan

Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus.

Sekarang sudah lebih jelas apa itu minus n silinder. Saya tambah lagi cerita tentang silinder…

Penderita mata silinder menurut dokter sebagian besarnya karena ‘genetik’ atau turunan. Tidak akan mengganggu apabila tidak ada stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor sehingga orang yang secara genetik memiliki mata silinder akan mulai merasakan ketidaknyamanan, karena kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang matanya normal, bagian hitam terkecil yang ada di kornea mata berbentuk lingkaran. Pada penderita mata silinder, kerusakan berada di lingkaran tersebut, sehingga bentuknya bukan lagi lingkaran. Hal ini menyebabkan mata tidak menangkap cahaya yang memantulkan ’sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya penderita mata silindris tidak bisa melihat suatu objek secara focus. Cahaya yang masuk dipantulkan tidak tegak lurus ke objek.

Cukuplah cerita tentang mata minus dan silinder…Kesimpulannya mata saya sekarang kombinasi kelainan.

Semoga bermanfaat..

Wallahu’alam

»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Belekan Tidak Mempan Obat Warung

Penyakit mata merah alias belekan sering mewabah di beberapa daerah. Pangkal
sebabnya cukup jelas : virus. Kalau hanya virus memang tidak apa-apa.Tapi
ketika virus menyerang seseorang yang sedang lemah, kondisi fisiknya, maka
infeksinya akan berbahaya karena ditunggangi kuman.

Gara-gara ditunggangi kuman, penyakit mata merah menjadi bengkak, merah membara,
disertai rasa nyeri pada bola mata. Ketika menjadi infeksi, produksi tahi
mata (belek) bertambah. Saat bangun tidur, penderita bahkan sulit membuka
matanya. Banyak kotoran di seputar tepi kelopak mata. Proses ini berlangsung
cepat, menyebabkan penglihatan kabur dan terasa ada ganjalan di bola mata.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit  Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata  Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata  Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi



Sangat menular

Penyakit mata merah sangat menular. Semua alat yang dipakai dan menyentuh
mata seperti kaca mata, sapu tangan, handuk, lensa kontak, perias mata, mejadi
sumber penular. Tanpa sadar penularan bisa berlangsung lewat jemari tangan
yang sudah tercemar kuman atau virus.

Orang yang pekerjaannya banyak memegang uang, misalnya kasir, mudah tertular
infeksi mata. Kalau salah seorang anggota keluarga ada yang terkena penyakit
ini, maka anggota lain dalam keluarga mudah terkena.

Virus penyakit mata merah ini bertebaran di udara dan siap hinggap di tempat-tempat
keramaian, seperti terminal, bioskop, dan sekolah atau bekerja. Selain menambah
buruk proses penyakitnya, juga membahayakan orang sekitarnya, sekalipun sudah
berkacamata.

Tak mempan obat warung

Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun,
jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian,
diperlukan antibiotik. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya
bisa mengakibatkan kebutaan.

Sayangnya, obat tetes mata yang bisa dibeli di warung tidak mampu menyembuhkan.
Banyak pasien tertunda penyembuhannya karena mengandalkan obat mata asal warung.

Obat mata warung hanya membersihkan bola mata dari polusi debu dan iritasi,
tapi tidak membunuh bibit penyakit. Lebih-lebih jika penyakitnya jamur. Perlu
jenis obat khusus, baik yang mengandung anti jamur – selain antibiotik
baik dalam bentuk salep atau tetes.

Apa perbedaan salep dengan tetes? Untuk penyakit infeksi mata yang berat,
daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya obat berbentuk
salep
lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata di bandingkan
dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir
ke luar lagi bersama air mata.

Untuk itu kalau memakai obat tetes, perlu pemberian obat tetes lebih sering
dibandingkan dengan pemakaian salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali.
Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang
enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien
memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir
merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai
bulu mata. Caranya, mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di
depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan
cara menarik kelopak mata bawah.

Semua obat infeksi mata harus ditebus dengan resep dokter. Tidak semua penyakit
mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan
bisa membehayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan
pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.

Obat mata yang diresepkan dokter banyak jenisnya. Kandungan obatnya pun beraneka.
Selain ada berbagai pilihan jenis antibiotiknya, ada obat mata yang berisi
tambahan obat kostikosteroid. Obat ini dipilih untuk membantu mempercepat
penyembuhan peradangan.

Namun, tidak semua penyakit mata merah boleh memakai obat mata yang mengandung
bahan ini. Jika penyakit mata sudah mengenai bagian kornea (hitam mata), obat
jenis ini tidak boleh dipakai. Begitu juga jika penyakit mata merah disebabkan
oleh virus herpes, ada luka tusukan, atau borok pada kornea. Oleh karena itu,
penderita penyakit mata merah yang kelihatannya sama belum tentu boleh memakai
obat mata yang sama.

Tidak semua karena infeksi

Benar, tidak semua mata merah disebabkan oleh infeksi. Mungkin juga suatu
glaucoma (meningkatnya tekanan didalam bola mata sehingga merusak pandangan
dan berakhir dengan kebutaan). Atau bisa pula alergi mata, peradangan tirai
mata, atau akibat penyakit otoimun pada mata.

Bedanya, pada infeksi mata disertai dengan keluhan dan gejala infeksi umumnya,
seperti demam, tidak enak badan, rasa nyeri pada mata, ada peradangan pada
bola mata dan kelopaknya, disertai dengan bertambah banyaknya kotoran mata.
Sedangkan pada bukan infeksi mata, gejala dan tanda infeksi itu tidak ada.
Yang terlihat adalah sama-sama merahnya.

Mata merah karena alergi biasanya hilang timbul dan sudah berlangsung lama
disertairasa gatal dan mereda jika tidak kontak dengan debu, angin, atau serbuk
allergen lainnya. Pasien sendiri harus melacak faktor pencetus alergi pada
bola matanya, termasuk apakah faktor itu akibat kosmetik perias mata yang
tidak cocok.
Pengidap TBC, campak, difteria, cacingan pun dapat memperlihatkan gejala
mata merah. Tapi tentu tidak sembuh dengan obat antibiotik karena harus di
sembuhkan dulu penyakit yang jadi akar penyebabnya

»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Merah Sangat Gampang Menular

Ibu sumi..@eudoramail.com mengirimkan e-mail pada saya dengan pertanyaan sebagai berikut: Kami sekeluarga terdiri dari kami berdua, suami-isteri dan tiga anak yang berusia 12 tahun, 8 tahun dan 5 tahun. Anak pertama kami menderita sakit batuk pilek, mata berair, tak ada belekan, bengkak dan bewarna merah merah sudah 2 minggu, dan menularkan kepada suami saya sekitar 5 hari yang lalu. Sekarang saya merasa kedua mata mulai terasa gatal–gatal. Saya tinggal diperumahan BTN di Bekasi dan hampir separuh penghuni perumahan sa’at ini menderita penyakit mata merah. Apa kira–kira penyebab penyakit mata merah itu, cara penularannya dan cara pencegahannya. Terima kasih atas jawaban Dokter.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit  Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata  Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata  Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi


Ibu Sumi Yth, dari pemantauan kami ditempat praktek kami, bulan bulan ini kita memang telah memasuki musim pancaroba sehingga terdapat berbagai penyakit yang khusus menyerang masyarakat dimusim pancaroba seperti influenza, batuk-pilek, radang paru dan radang mata. Radang mata menular atau epidemic keratoconyunctivitis (pharyngoconyunctival fever) biasanya disebabkan oleh virus yang termasuk golongan adenovirus yang menyerang mata dan saluran nafas sebelah atas. Selain itu terdapat golongan virus lain yang menyerang mata hingga merah dan berhubungan dengan infeksi virus yang menyerang usus namun jenis ini lebih jarang ditemukan di Indonesia. Dari keluhan keluarga ibu, kelihatannya penyakit yang diderita keluarga ibu termasuk virus yang menyerang mata dan saluran nafas.

Penularan virus biasanya terjadi melalui semburan titik ludah pada waktu bersin/batuk, melalui pegangan tangan secara langsung, atau melalui media lain yang tercemar adenovirus seperti saputangan, bantal tempat tidur, atau handuk Penyakit virus mata mempunyai masa inkubasi. Virus hanya bisa menginfeksi seseorang kalau terdapat luka-luka halus pada selaput putih mata yang ditimbulkan karena gosokan atau tekanan penderita langsung dimata karena terdapat rasa gatal pada mata. Tindakan ini menyebabkan terjadinya luka halus pada selaput bola mata dan adenovirus dapat masuk. Virus yg masuk akan meyebabkan rasa gatal yang lebih hebat, dan biasanya akan ditekan/digosok kembali oleh penderita.

Masa masuknya virus hingga timbulnya gejala berkisar sekitar 5 – 12 hari. Gejala yang timbul biasanya bagian putih mata terlihat merah, keluar airmata yang banyak, rasa gatal, silau melihat cahaya terang dan rasa perih, serta biasasnya terkena pada kedua mata. Kadangkala kelenjar getah bening di depan telinga terasa membesar dan nyeri kalau dipegang, timbul pilek atau radang ringan disaluran nafas atas. Bila terdapat cairan mata bernanah, maka radang virus telah bertambah terinfeksi oleh kuman jenis lain dan perlu pengobatan oleh dokter.

Pada prinsipnya infeksi virus adalah penyakit yang akan sembuh sendiri tanpa diobati bila tidak terdapat infeksi dan kalau mata tidak ditekan/digosok. Ada beberapa kiat yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan:

1. Penderita sakit mata merah:
a. Mata dilarang keras untuk digosok atau ditekan. Bila terdapat banyak air mata, sentuh ujung mata dengan tisu bersih agar cairan mata tidak menetes.
b. Cuci tangan dengan sabun sehabis menyentuh mata
c. Pisahkan kebutuhan pribadi seperti saputangan, bantal atau handuk dari orang lain
d. Pakai kaca mata warna hitam agar mata tidak silau.

2. Pada orang yang berinter aksi dengan penderita sakit mata:
a. Jangan memegang atau bertempelan pipi dengan penderita sakit mata merah.
b. Bila terpaksa memegang/dipegang, segera cuci tangan dengan sabun dan jangan menyentuh mata .
c. Jangan memegang/memakai milik pribadi penderita sakit mata merah.
d. Bila mata terasa gatal, upayakan jangan menggosok/menekan mata. Anda dapat menghilangkan rasa gatal dengan mengejapkan mata, mengusap kulit diatas alis atau menggerak-gerakkan kulit pipi dibawah mata.
»»  Baca Selengkapnya...

Penyebab Penyakit Mata Ikan Pada Kaki

Klavus atau mata ikan adalah penebalan kulit yang biasanya timbul di permukaan kaki, akibat tekanan dan gesekan terus menerus di bagian kaki. Selain mengganggu kenyamanan, mata ikan juga berhubungan dengan salah satu penyakit lain, salah satunya adalah gangguan saraf. Oleh sebab itu, mata ikan perlu ditangani dengan tepat.

Menurut dr.Irawati Hawari, Sp.S, spesialis saraf dari Mental health Center Hawari & Associates, Jakarta, mata ikan terjadi karena kelainan saraf pembuluh darah. Gejalanya, nyeri kronis dan luka. Kadang, nyeri ini diakibatkan gangguan saraf tepi. Mata ikan juga dapat merupakan penyakit yang timbul karena diabetes.

Sementara itu Riani Susanto, ND, CT, ahli naturopati di Jakarta, penyebab mata ikan antara lain adalah tumpuan berat tubuh tidak seimbang. Bisa pula karena infeksi bakteri streptococcus dan kebasaan tubuh tidak seimbang.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit  Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata  Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata  Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi


Karena itu ia menganjurkan untuk menjaga keseimbangan kadar asam basa dengan jus sayuran. Hindari makanan berminyak dan manis. Oleskan tree oil atau campuran vitamin E dengan bawang putih yang dihaluskan. Setelahnya, pakai kaus kaki 100 persen katun.

Untuk mencegah mata ikan timbul kembali, pakailah sepatu dengan bantalan telapak kaki yang baik, jaga berat badan ideal, dan pilih alas kaki yang sesuai.
»»  Baca Selengkapnya...

Obat Sakit Mata Pada Balita

Anakku yg nomor dua memang penuh cerita dari yang lahir dipaksa sampai dengan mata belekan. mertuaku bilang pasti sembuh, 40 hari pasti sembuh....tapi ternyata lewat 40 koq ga sembuh2...

aku rajin banget search di internet soal ini dan juga rajin nanya kanan kiri depan belakang soal ini, karena kasian banget dan mungkin orang lain ngeliatnya jijik karena mata bayi kita kotor terus, kalau memangis tambah parah sedangkan bayi ga mungkin ga nangis. ke dokter? 3 dokter sekaligus, 2 dokter spesialis dan 1 dokter umum (chinesse) hasilnya dokter spesialis anak yg pertama bilang kalau " ada kemungkinan bayi yang dilahirkan normal matanya kotor karena jalan lahir" ...anakku dikasi obat tetes mata dan obat anti alergi.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita


hasilnya "belum sembuh juga", yang ada malah jadi bertanya2 apa yang dimaksud oleh dia soal jalan lahir yang menyebabkan mata bayi belekan? apakah jalan lahirnya kotor? apa kena air ketuban yg kotor dan hal2 negatif lainnya. padahal selama ini yang aku jalanin normal2 saja dan biasa2 saja. dokter spesialis ke dua mengatakan " oh jalan air matanya tersumbat ditekan2 saja dekat pangkal hidung pakai kapas, dibersihkan pakai air hangat dari dalam ke luar dan diberikan obat tetes. hasilnya: belum juga dokter ketiga menyarankan sama dengan dokter nomor 2, membersihkan dengan air hangat dan juga obat tetes. hasilnya ya belum juga.

mungkin aku juga terlalu pengen sembuh instan ya, hari ini kedokter, besok harus sembuh ... :) saran dari tetangga dan teman mata bayi ditetes asi karena asi juga merupakan antibiotik alamiah. dan ini menjadi tentangan dari ortu akrena katanya anak tetangga mereka dahulu ditetsin asi matanya jadi buta. galau banget deh jadinya kalau begini caranya. Pokoknya yg aku usahain dibersihkan terus mata bayi entah pakai kapas / kain-handuk lembut yg dikasi air hangat supaya tetap terlihat bersih, walaupun kadang risih juga karena hampir setiap saat harus membawa2 handuk/kapas.

setelah putus asa banget, dan setelah baca lewat internet soal sebab2 mata belekan jadi tambah pesimis dan jadi ngeri ngebayangin bahwa memang mata belekan yg tiada henti itu bisa menyebabkan kebutaan jika belekan tersebut disebabkan oleh sipilis atau penyakit2 kelamin lainnya. walaupun aku yakin sehat dan walaupun aku yakin suamiku juga sehat, tetap aja perasaan bersalah menghantui. Akhirnya aku memberanikan diri untuk meneteskan ASi ke mata anakku, memang agak gambling tapi dari cerita sahabatku bahwa anaknya ga apa2 matanya ditetesin ASI aku jadi berani. ditetes Asi pada pagi hari dan dibersihkan dengan kain kasa / handuk lembut yang telah dicelupkan ke air hangat dan tak lupa diurut pelan dari pangkal hidung sd pangkal mata.

Alhamdulilah setelah usaha itu dan doa yang terus 2an dipanjatkan, mata anakku sembuh sebelah dan selang 2 minggu mata yg satunya juga sembuh. senangnya bukan main. meskipun anakku harus menunggu sampai 2 bulan lebih untuk sembuh aku masih sangat bersyukur atas kesembuhannya. aku ga tau dokter / konsultan kesehatan mana yg menganjurkan memakai ASI dalam hal penyembuhan sakit mata anak maupun penelitian soal ASI, namun aku sangat berterimakasih pada teman-teman yg bersedia sharing soal pengalamannya sehingga belek mata anakku sembuh total.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Pada Bayi, Jangan Dianggap Enteng, Ini Obatnya?

Jangan anggap enteng sakit mata pada bayi. Meski awalnya ringan, kalau tak ditangani, bisa bertambah parah.

Akhir-akhir ini Jakarta mulai terkena wabah sakit mata lagi. Bisa saja penyakit ini menimpa bayi kita. Bila menimpa bayi, tak jarang membuat hati ini waswas. Bagaimana pengobatannya yang tepat, itulah yang kerap membingungkan para orang tua. Apakah berbeda dengan pengobatan penyakit mata pada anak-anak yang lebih besar?

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita



Penyakit mata, papar dr. Enny Ridwan, SpM., yang ditandai mata berair, merah-merah, dan ada kotorannya, dapat disertai gatal-gatal dan rasa silau. Bisa pada satu bagian saja atau bahkan keduanya, bisa ringan-ringan saja, walaupun ada juga yang makin hari, makin parah. Yang ringan, terang spesialis mata dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, ini, bisa saja karena alergi. "Biasanya kalau karena alergi, intensitas merahnya sering terjadi, rasa gatalnya hebat, mata berair dan terasa silau. Gejalanya suka hilang-timbul. Biasanya terjadi pada pergantian musim."

Bila karena alergi, tambahnya, penyakit ini tak perlu diapa-apakan. Sebab, penyakit ini tak menular. "Alergi ini bisa disebabkan karena udara/polusi. Tentunya udara yang kotor dapat membuatnya merah." Hanya saja, kalau mata merah karena alergi ini sering dikucek, akan terjadi infeksi dan menyebabkan radang mata.

Selain itu, secara teoritis, alergi tak bisa dihilangkan. Kadang anak juga punya riwayat penyakit alergi lain, seperti sering pilek atau bersin bila kena debu, misal. "Makin besar usia anak biasanya akan lebih kuat.

Tapi tentunya pada setiap anak berbeda-beda kadarnya." Namun orang tua umumnya tak tahu apakah bayinya bermata merah karena alergi atau bukan. Itu sebab, saran Enny, orang tua perlu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan bila hendak memegang bayi.

TIGA PENYEBAB

Jika sakit matanya bertambah parah, harus segera datang ke dokter. Sebab, banyak kemungkinan bisa terjadi. Menurut Enny, yang paling sering karena penyakit gonorrhea, sumbatan saluran air mata, dan radang mata biasa.

Pada ketiga sakit mata tersebut, gejala awal yang terjadi sama. Akan tampak bagian putih mata (konjunctiva) memerah, ada air mata, dan kotoran. Selain itu, bayi jadi lebih rewel dari biasanya karena merasa sakit dan tak nyaman.

Jika sakit mata ini makin hari bertambah parah dan tak diobati, kumannya akan masuk ke bagian lebih dalam dari mata, yaitu ke kornea (daerah mata yang berwarna hitam) yang merupakan area penglihatan. Kuman tersebut bisa menyebabkan luka dan menimbulkan borok di bagian mata ini. "Jika kornea sudah terkena, maka harus hati-hati karena sudah mulai kritis. Jika tak ditangani, infeksi bisa masuk lebih dalam lagi, yaitu ke jaringan mata. Mata akan membusuk dan kemudian menciut, jadi tak berfungsi lagi dan harus dibuang." Kemungkinan lain, kumannya bisa menjalar ke otak karena letaknya berdekatan. Hingga, terjadilah meningitis dan ensefalitis.

1.Radang Mata Karena Gonorrhea

Penyakit ini disebabkan si ibu menderita penyakit kelamin, yaitu gonorrhea atau kencing nanah. Mungkin si ibu tertular di trimester ketiga kehamilannya. "Bayi tertular karena waktu lahir melewati jalan lahir. Pada jalan lahir yang banyak kuman ini, mata bayi bisa terinfeksi. Kalau kumannya ganas dan banyak, bayinya cepat terkena," papar Enny.

Biasanya bila bayi terkena penyakit ini, dalam sehari sudah tampak sakit matanya. Walau ada juga yang baru tampak di 3-4 hari setelah pulang dari RS. Ini karena masa inkubasi kumannya (mulai masuknya kuman sampai timbulnya gejala) sekitar 7 hari. Jadi, bisa saja sakit matanya baru tampak di hari kelima.

Gejalanya, kelopak mata dan konjunctiva (bagian putih mata) bengkak sekali dan berwarna merah. Kotoran mata banyak sekali dan mengandung nanah. Selain juga biasanya disertai demam. "Kalau matanya dibuka akan tampak belekan itu agak cair dan bisa juga mengering. Kualitas jumlah kotorannya lebih banyak dari sakit mata biasa. Mungkin dalam waktu sehari saja sudah kelihatan. Biasanya semakin hari semakin parah."

Pengobatannya dengan pemberian obat tetes mata atau salep. Sebelum memberikan obat mata, ibu harus sering membuang kotoran mata si bayi. Bersihkan dengan menggunakan kapas yang diberi air hangat. Caranya, usapkan kapas tersebut secara perlahan.

Selain dengan salep dan obat tetes, kini juga tersedia pengobatan dengan cara suntikan. "Bisa dibilang cara ini lebih ampuh. Biasanya dengan sekali suntik saja, penyembuhannya cepat. Minggu depannya sudah hilang. Juga bisa sembuh sempurna dan kembali bersih." Tapi kalau sudah terjadi borok di mata, maka bayi harus dirawat.

Hanya saja, kalau sakit mata karena penyebab gonorrhea ini tak ditangani atau diobati, bisa berakibat parah dan menimbulkan kebutaan. Untuk memastikan gejala ini karena penyebab gonorrhea, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Selain bayi yang menjalani pengobatan, si ibu pun ditangani. Bukankah ibu yang jadi sumber penyakitnya? "Biasanya si ibu akan dikirim ke bagian kulit dan kelamin."

2.Sumbatan Pada Saluran Air Mata

Waktu bayi baru lahir, organ-organnya sudah komplet dan sudah siap untuk hidup di dunia ini. Demikian pula saluran-saluran dalam matanya sudah harus cukup besar. "Cuma yang sering terjadi, salurannya belum tumbuh atau masih terlalu kecil. Bahkan ada katup yang harusnya sudah hilang, masih ada. Nah, semua ini jadi penyebab mata bayi berair terus," terang Enny.

Air mata yang dihasilkan kelenjar air mata harusnya mengalir ke pangkal tenggorok. Tapi karena jalannya terhambat, air matanya akan membludak dan banjir di bola matanya. Banjir air mata ini menyebabkan kuman yang sudah ada dan tak bermasalah di bola mata jadi beranak pinak. Apalagi air mata itu rasanya asin dan suhunya hangat karena suhu tubuh. "Keadaan ini menjadi tempat yang nyaman untuk kuman berkembang biak dan menimbulkan infeksi di mata." Akibatnya, timbullah belekan pada mata dan si bayi mengalami sakit mata.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika dan obat mata, baik salep atau obat tetes. Setelah itu dengan pemijatan pada kantung saluran air mata yang terletak di ujung bola mata dekat pangkal hidung. Geraknya secara lurus atau memutar, tergantung sebelah mana yang sakit. Upaya ini membantu melancarkan aliran air mata. "Jadi, kalau ada kotoran di dalam saluran matanya, tak menganggu. Juga, supaya membantu pertumbuhan saluran air matanya jadi lebar."

Umumnya, papar Enny, dengan pemijatan akan sembuh. Jika belum kunjung sembuh ditunggu sampai usia 9-10 bulan untuk dilakukan tindakan. "Bila perlu dilakukan "probing" (penusukan) saluran air mata."

3.Radang Mata Biasa

Umumnya, sakit mata ini paling sering ditemui pada usia bayi, anak, dan dewasa, yang disebut konjungtivitis atau radang mata. Penyebabnya, kuman. Bisa juga berawal dari alergi debu, lalu anak menguceknya, hingga terjadi infeksi kuman. "Sifat sakit mata ini menular lewat sentuhan atau senggolan. Bukan lewat pandangan mata seperti anggapan kebanyakan orang

Gejalanya: mata merah di bagian putih bola matanya, ada belekan, disertai gatal-gatal dan merasa silau. Kadang belekan sedemikian banyak, hingga kelopak mata sulit dibuka, terutama waktu bangun pagi.

Karena sakit mata ini menular, saran Enny, kalau dalam satu keluarga ada anggota keluarga yang terkena radang mata, harus diisolasi supaya tak menularkan pada yang lain. "Jangan mencium-cium atau pegang-pegang bayi, nanti bisa ketularan. Ibu yang mengobati bayinya harus selalu cuci tangan, seperti halnya prinsip umum memegang bayi. Karena penularan yang terjadi bisa lewat sentuhan." Jadi, pencegahannya bukan dengan obat tetes mata, tapi dengan menjaga kebersihan, ya, Bu-Pak.
»»  Baca Selengkapnya...

Cara Mengobati Penyakit Mata Ikan di Kaki

Kutil dan mata ikan sering menyerang pada kaki, tangan dan jemari. Beberapa orang menyebutnya caplak. Penyakit ini terdengar kampungan dan kurang elit, karena itu seseorang yang terkena mata ikan dan atau kutil biasanya malu dan hanya didiamkan saja. Padaha jika hanya didiamkan nantinya akan membesar dan rasa percaya diri akan berkurang. Jika ada mata ikan ditelapak tangan rasanya sungkan untuk salaman karena ada menonjol ditangan, atau sakit untuk berjalan karena caplaknya ada ditelapak kaki. *curhat seseorang hehehe*.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi

Kenapa ini terjadi? Bagaimana menghilangkannya?
Penyakit ini ternyata disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Virus HPV ini ada beberapa macam ada yang menyerang kaki (HPV-1) dan tangan (HPV-2), khusus untuk HPV jenis lain seperti yang menyerang servik, dan alat kelamin (genital) tidak saya bahas kerena agak serem topiknya.

Mengobati kutil dan mata ikan biasanya dengan obat Collomack®, kandungannya asam salisilat 40%. Asam salisilat berfungsi mengikis lapisan epidermis sehingga lapisan kulit menjadi tipis, sampai akar mata ikan sehingga hilang. Namun sejak Collomack tidak diproduksi lagi penderita kutil/ mata ikan kesulitan mengobatinya. Sekarang juga ada yang membuat formula seperti Collomack, namanya Callusol® (kandungannya hampir sama dengan Collomack). *bukan promosi obat kutil dan mata ikan*. Harganya tidak mahal.

Saya punya mata ikan dikaki tapi ukuranya udah gede, apakah mempan pake obat diatas?

Sebaiknya mata ikan dan kutil tidak dibiarkan, jika mata ikannya masih kecil bisa diobati dengan asam salisilat 40% namun jika mata ikan sudah sebesar koin sebaiknya segeralah kedokter, minta dilakukan minor surgery (operasi kecil) tidak perlu takut kok hanya dibius lokal sedikit, lapisan tebal tersebut akan diangkat dan setelah dikasih obat akan diperban agar lukanya kering dan sembuh. Bisa lompat-lompat lagi hehehe. Kalo mau tahu lebih detail mengenai mata ikan (Plantar Wart) kesini aja deh.

Tips 1: Jika ingin menggunakan obat ini sebaiknya rendam dulu kaki atau tangan atau jemari selama 15-30 menit agar lapisannya tidak keras lalu sikat dengan lembut bagian yang terkena caplak, setelah itu oles dengan obat asam salisilat 40%. Beberapa merek selain obat diatas memberikan ring bentuk bulat agar obatnya tidak melebar.

Tips 2:Rajin pake lotion biar tetap moist dan buat pria tidak ada salahnya menggunakan lotion untuk menjaga kaki tetap sehat, tidak kering dan pecah-pecah.

Rawat kaki indahmu :D

»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Ikan dan Obat Sakit Mata Ikan

Penyakit mata ikan atau dalam istilah kedokteran disebut clavus adalah semacam tumor jinak yang biasanya tumbuh pada kulit permukaan kaki. Bentuk mata ikan itu sendiri biasanya bulat dan berwarna putih persis seperti mata ikan beneran.

Ada beberapa pendapat yang menyebutkan penyebab timbulnya sakit mata ikan ini. Pendapat pertama yaitu mata ikan timbul disebabkan oleh virus yang kemudian masuk diantara kulit dan daging kemudian merusak jaringan bawah kulit sehingga makin lama makin mengeras dan membesar. Pendapat kedua adalah seringnya penggunaan alas kaki (sepatu) yang terlalu sempit dalam jangka waktu lama sehingga terjadi penekanan di titik-titik tertentu pada kaki, dari penekanan ini apabila dibiarkan dan berlangsung lama akan menimbulkan pengerasan pada bagian kaki yang tertekan tersebut.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Pengobatan mata ikan bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampang kalau kita tahu cara yang tepat dan susah kalau kita tidak tahu dan sembarangan dalam menangani mata ikan ini. Kadang kita menyepelekan mata ikan yang tumbuh di kaki saat masih kecil tapi setelah besar dan mulai menggangu aktifitas kita ( susah jalan misalnya) kita baru sibuk untuk mencari tahu bagaimana pengobatan mata ikan ini.

Pengobatan mata ikan yang saya anggap paling tokcer untuk saat ini adalah bedah cauter.

Tips supaya kita terhindar dari mata ikan antara lain memakai alas kaki (sepatu) yang cukup (tidak terlalu sempit) pastikan kaki nyaman memakainya, selalu ganti secara rutin kaos kaki anda, selalu jaga kebersihan kaki kalau perlu secara rutin dilakukan perawatan yang lebih intensif lagi.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Saya punya istri umur 23th, skrng lagi hamil 7 bulan. allhamdulillah kehamilannya sehat2 aja. stlh sblmnya sempat kegu2ran.

yang membuat saya bingung adalah skrng dia lg sakit mata, ada pengaruhnya nggak ama anak kami?
obat ap yang bagus n ga berpengaruh ama janin nya?
tolong ya...........

---------------------------------------------------------------
Respon

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Sakit mata pada ibu hamil
Malam pak Ivan..Apa yang dmaksud sakit mata itu kalau orang Jawa bilang sakit belek? Kalau iya sebaikny bpk bawa istri k dokter kandungannya saja,biar dktr yg kasih tau obat mana yg aman bt ibu hamil. Tapi ada cara tradisional yaitu mata yg sakit direndam/dicuci dalam air,rebusan daun sirih. Moga2 cpt sembuh ya pak..
»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Sakit Mata Pada Anak Balita

Hati-hati memaksa anak belajar membaca di usia batita. Bisa-bisa ia mengalami kelainan penglihatan. Apa pula yang penting diperhatikan jika ia harus berkacamata?

Kesehatan mata perlu dijaga sejak anak usia dini. Seperti dikatakan para ahli mata, penglihatan bayi baru lahir dan balita masih belum sempurna. Agar menjadi sempurna, selain sel-selnya dapat berubah sendiri secara anatimis (ukurannya, ketebalan, dan penyebarannya, sel-sel kerucut dan batangnya), juga harus diikuti stimulus terus-menerus dan tak boleh terganggu.

Pada masa pertumbuhan mata, bayangan yang ditangkap akan diubah ke pusat penglihatan di otak. Nah, pusat penglihatan di otak inilah yang harus mendapat rangsangan dari usia dini. Jika ada kelainan-kelainan ekstrem pada usia di mana anak seharusnya sudah bisa memfokuskan penglihatannya, para ayah dan ibu seharusnya sudah mulai waspada.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Kelainan Refraksi

Memang, tak semua anak beruntung memiliki mata yang sehat sebab, seperti dikatakan dr Setiowati Suhardjono Spm dari Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, “Pada beberapa kasus ditemui kelainan mata pada anak sudah terjadi sejak lahir.” Kelainan yang tampak sejak lahir ini disebut kelainan kongenital. Penyebabnya macam-macam, antara lain kelainan kromosom, infeksi intra-uterin (dalam kandungan), dan sebab-sebab lain yang tak diketahui.

Akibat kelainan kongenital, anak dapat mengalami gangguan refraksi, yaitu kelainan pada kornea untuk memfokuskan cahaya, seperti rabun jauh dan dekat, juling, atau malah mengakibatkan penglihatan tak dapat sama sekali alias buta. “Para balita yang berkacamata biasanya disebabkan ada kelainan refraksi pada penglihatannya sehingga untuk menyembuhkannya atau mengembalikan refraksinya ke arah normal diperlukan bantuan kacamata,” kata Setiowati.

Lebih jauh ahli mata ini menjelaskan, seorang bayi pascalahir mempunyai bola mata dengan ukuran sumbu 17 mm, sementara orang dewasa memiliki sumbu bola mata 24 mm. Jadi, pada waktu lahir, seorang bayi sudah memiliki ukuran bola mata sebesar 75 persen dari ukuran mata orang dewasa.”Ukuran bola mata ini akan bertambah secara cepat pada tiga tahun pertama. Jadi, di usia 3 tahun, ukuran bola mata mencapai 96 persen dari ukuran mata orang dewasa,” jelasnya.

Nah, dengan adanya pola pertumbuhan ini, tajam penglihatan bayi dan anak balita belum mencapai standar penglihatan normal orang dewasa. Karena itu, penglihatan mereka masih dalam kategori subnormal, tapi tak bisa dikatakan ada kelainan refraksi. Hal itu disebabkan penglihatan mereka, sejalan dengan usianya, sedang mengalami masa pertumbuhan.

Sebagian besar bayi, tutur dokter yang banyak mempunyai pasien balita ini, saat lahir mempunyai kesalahan refraksi +2D. “Sebagian besar bayi ini akan mengikuti pola pertumbuhan normal bola mata sehingga pada usia 6 tahun tak lagi mempunyai kelainan refraksi. Proses ini disebut emetropisasi,” katanya.

Oleh karena ada pola perkembangan normal ini, seorang anak usia di bawah 6 tahun yang mempunyai tajam penglihatan subnormal tak dapat dikatakan mempunyai kelainan refraksi. “Asal tajam penglihatan sesuai usianya, diharapkan pada umur 6 tahun seorang anak tanpa kelainan refraksi sudah dapat mencapai tajam penglihatan normal (emetrop),” lanjut dosen penyakit mata di FKUI ini.

Sumber: kompas.com

»»  Baca Selengkapnya...

Obat Sakit Mata Pada Anak Usia 2 Tahun

Kira-kira seminggu yang lalu anak saya yang berumur 2 tahun 5 bulan sakit mata akibat tertular dengan anak tetangga temen mainnya. Langsung saya carikan obat sakit mata untuk anak yang tidak pedih dimata ternyata dari apotik mereferensikan saya Cendo aduh maav yah tapi saya lupa nama depannya xitrol atau finol.

Sebelum sembuh sakit matanya akhrinya menular ke adiknya anak saya nomer dua yang baru berumur dua bulan, spontan saya dan istri saya bingung obat apa yang cocok buat anak saya yang baru berumur dua bulan itu. mampir sana sini, tannya sana sini ketemu mbah google. mbah kasih referensi kasih aja Air Susu Ibu (ASI)
kalau bayi sakit mata ditetes aja beberapa kali dalam waktu 2 sampai 4 hari sudah bersih lagi alias sembuh.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Benar saja langsung saya praktekan dengan memberikan beberapa tetes ASI Uminya, Alhamdulillah sembuh dalam waktu 2 sampai 4 hari itu, tapi seperti biasa sebelum sembuh Uminya yang tertular dan langsung diobati dengan cendo kalao Uminya.

Caranya gampang bersihkan tangan dengan air hangat lalu peras ASI dan taruh di jari kemudian teteskan ke mata bayi. mudah kan.
»»  Baca Selengkapnya...

10 Jenis Penyakit Sakit Mata Pada Anak

Penyakit mata pada anak ternyata tidak sedikit. Sebagian sudah dikenali sejak awal, namun sebagian besar sering luput dari perhatian orang tua. Akibatnya, bisa buruk bagi penglihatan anak di kemudian hari. Berikut 10 penyakit mata anak yang dihimpun oleh dr. Handrawan Nadesul.

Penyakit mata pada anak dapat bawaan dapat pula didapat. Yang bersifat, bawaan, bisa turunan bisa juga bukan turunan. Dan karena sebagian penyakit mata memerlukan koreksi dini agar tidak memperburuk penglihatan, perhatian terhadap beberapa kelainan mata anak membutuhkan perhatian lebih besar.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,     Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit     Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,     Sakit Mata Pada Balita

Jika dihimpun, sekurang-kurangnya terdapat sepuluh jenis penyakit, gangguan atau kelainan mata yang mungkin terjadi pada anak. Tidak semuanya bisa dikoreksi. Namun bisa buruk akibatnya jika didiamkan atau terlambat dikoreksi. Kesepuluh penyakit tadi bisa Anda simak berikut ini.

1. BUTA WARNA
Buta warna jelas penyakit keturunan. Lebih sering pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Dibawa oleh kromosom Y. sampai saat ini belum ada terapi buta warna. Di Jepang baru sedang dicoba untuk mengganti sel-sel keruucut pada retina, penyebab terjadinya buta warna, tapi belum dinyatakan berhasil.

Anak buta warna sejak lahir tidak mengenal warna merah, hijau, dan biru secara baik. Yang ringan masih bisa membedakannya, tapi yang berat, hanya berkemampuan dengan bergradasi hitam putih belaka. Sehingga persepsinya terhadap ketiga warna itu menjadi berbeda dengan orang normal.

Adakalanya anak tidak sadar, ia mengidap buta warna. Bahkan orang tuanya pun mungkin tidak tahu si anak buta warna. Terutama jika buta warnanya ringan. Sehingga sering kaget ketika masuk perguruan tinggi sebab untuk jurusan teknik elektro dan kedokteran, misalnya, tidak boleh buta warna.

Perlu diketahui, di retina terdapat dua jenis sel, yakni sel batang dan sel kerucut. Sel batang untuk kemampuan membedakan terang gelap, sedang sel kerucut untuk membedakan warna-warna. Pada anak buta warna, sel kerucut di retina matanya, abnormal sehingga terganggu kemampuannya membedakan warna merah, hijau dan biru dengan derajat yang berbeda-beda,

Dengan melakukan tes membaca ishihara, buta warna didiagnosis. Buku berisi gambar-gambar bertuliskan angka-angka, sedemikan rupa, sehingga orang buta warna tidak bisa tepat membaca angka-angka yang orang normal dapat melihatnya dengan jelas.

2. MATA JULING
Mata juling juga bersifat bawaan dari lahir. Ada beberapa jenis kejulingan, dari yang ringan sampai yang berat. Umumnya sebab terdapat kelainan saraf bola mata, sehingga sumbu bola mata tidak normal dan perlu dikoreksi.

Jika tidak dibawa dari lahir, juling didapat sesudahnya. Bisa akibat katarak berat. Pada orang dewasa mendadak juling perlu diwaspadai, sebab dapat merupakan manifestasi dari adanya kelainan di otak atau kenker hidung tenggorokan. Pada anak bisa juga akibat adanya tumor ganas di dalam bola mata.
Mata juling perlu segera dikoreksi agar keteajaman penglihatan anak berkembang normal. Jika tidak, anak tidak belajar melihat secara normal. Dan mata anak kemudian bisa menjadi abnormal.

3. GLAUKOMA
Penyakot ini penyakit tekanan bola mata yang meninggi, sehingga bsa menimbulkan kerusakan pada sarafmata dan retina. Selain didapat, terutama bagi yang berusia lanjut, glaukoma dapat pula bersifat sejak bawaan yang memang turunan. Sejak lahir tekanan bola mata anak sudah meninggi.

Meningginya tekanan bola mata disebabkan adanya gangguan sistem aliran cairan di dalam bola mata yang bisa bersifat bawaan. Akibat bendungan cairan bola mata ini, timbul gejala tekanan bola mata yang meninggi.

Penyakit ini menimbulkan rasa nyeri hebat di bola mata adan kepala. Selain itu mata tampak merah. Pada yang sudah berat, timbuk pula gangguan penglihatan. Selain kurang tajam, lapangan pandang pun mendadak berkurang. Ada yang hilang dalam layar penglihatan. Sebelumnya bisa terjadi penderita melihat bayangan mirip pelangi disekitar bola lampu.

Jika dengan obat-obatan tidak menolong, biasanya dilakukan tindakan pemmbedahan dengan tujuan agar aliran cairan bola mata menjadi normal dehingga tidak terjadi bendungan dan tekanan bola mata bisa normal.

4. BUFTHALMUS
Penyakit ini juga tergolong penyakit mata dengan tekanan bola mata yang meninggi sejak lahir. Akibat tekanan bola mata yang meninggi, ukuran bola mata bayi sangat besar. Keadaan ini mengganggu kornea mata. Anak takut melihat cahaya, timbul gangguan kelopak mata, kornes membengkak, dan warna kornea menjadi keruh.

Untu mengurangi bendungan cairan bola mata, yang membuat tekanan bola mata yang meninggi dilakukan operasi sayatan (goniotomy) sesegera mungkin agar perkembangan mata dan ketajaman penglihatan anak tidak sampai terganggu.

5. KATARAK MATA
Ya, bukan orang lanjut usia saja yang bisa katarak atau kekeruhan lensa mata, bayi baru lahir pun bisa mengidap katarak juga. Ini kelainan bawaan. Biasanya lahir dari ibu yang mengidap infeksi campak Jerman, toxoplasmosis, atau kencing manis. Selain itu juga disebabkan faktor keturunan.

Bayi dengan katarak perlu dilakukan operasi jika refleks fundus mata tidak ada atau kataraknya bersifat total. Maksudnya, agar perkembangan penglihatan anak tidak sampai terhambat. Operasi biasanya dilakukan setelah anak berumur 2 tahun. Jika dibiarkan kemungkinan anak berkembang menjadi juling atau pergerakan bola matanya abnormal (nystagmus).

6. PTOSIS
Penyakit ini dijuluki ‘mata ngantuk’ sebab penderitanya seperti mengantuk terus. Kelopak mata atasnya tidak dapat membuka dengan sempurna, sehingga cenderung rendah dan turun sebab otot-otot pengungkit kelopak matanya lemah.

Untuk mengoreksi sendiri, pasien ptosis tampak khas. Dahinya mengernyit dan alis matanya terungkit terus. Penyakit ini bisa sebab kelemahan otot kelopak mata yang didapat, bisa juga sebab penyakit turunan myastenia gravis. Untuk koreksi kelemahan otot ini dilakukan pembedahan sebelum anak berumur setahun.
7. INFEKSI MATA
Infeksi mata banyak jenisnya. Paling sering infeksi pada selaput lendir putih mata dan kelopak mata (conjunctivitis) atau dikenal sebagai penyakit mata merah.

Penyebab infeksi mata bisa oleh semua jenis bibit penyakit, mulai dari virus, kuman, jamur, sampai parasit. Tidak jarang terjadi karena alergi, baik yang berasal dari luar seperti serbuk sari, zat kimawi, atau dapat juga alergi dari dalam, yaitu pengidap TBC, penyakit darah atau penyakit kelenjar getah bening.

Mata merah sejak lahir bisa disebabkan oleh kuman chalamydia yang ibu idap pada kemaluan. Bisa juga oleh kuman kencing nanah dari ibu dengan penyakit yang sama. Tanda dan gejalanya hampir sama. Mata merah membengkak dan banyak kotoran mata yang lebih menyerupai nanah.

Pada bayi baru lahir biasanya secara rutin diberikan tetes mata segera setelah lahir sehingga jarang ditemukan kasus infeksi mata sekarang ini. Tapi bayi yang lahir dibantu oleh dukun peraji, infeksi mata bayi masih sering ditemukan.

Infeksi mata oleh kencing nanah dari ibu biasanya muncuk pada waktu anak seudah berumur 2 tahun. Mata dan kelopaknya merah meradang. Banyak kotoran mata di sekitar bola mata. Ini bisa dioobati sampai sembuh. Tapi ibu harus diobati juga agar tidak sampai menulari bayinya yang mungkin akan dilahirkannya nanti.

Infeksi mata yang didapat banyak jenisnya. Ada yang bersifat wabah sehingga pada musim-musim tertentu banyak orang yang sakit mata merah. Penyakit ini ditularkan lewat udara. Virus dan kuman beredar dalam udara di tempat-tempat umum atau melalui barang yang penderita pakai, seperti saputangan, kacamata, handuk atau sarung bantal, dan lensa kontak.

Dengan tetes atau salep mata yang mengandung antibiotika, biasanya penyakit mata merah dapat disembuhkan. Jika berat, mungkin perlu obat antibiotika minum juga.

Namun sering dijumpai sakit mata merah infeksi ini, diobati dengan tetes mata yang dapat dibeli bebas di warung. Cara ini bukan saja tidak tepat dan salah alamat, malah bisa jadi penyakit mata bertambah parah sebab bahan obatnya memang bukan jenis yang itu.

Obat tetes mata yang dijual bebas hanya untuk gangguan mata akibat kena debu, kotoran atau mata yang lelah. Tak jarang sakit mata merah malah menjadi bengkak sehabis ditetesi obat tetes dari warung.

Infeksi mata juga bisa ditularkan dari kolam renang. Biasanya mewabah pada musim-musim tertentu. Obatnya sama. Jika virus penyebabnya, tentu berbeda penanganannya dengan penyebabnya kuman, jamur, atau parasit.

Mata merah pada bayi lebih sering disebabkan oleh infeksi pada kelenjar air mata atau kantung air mata. Setiap hari mata bayi banyak mengeluarkan kotoran matanya, selain matanya tampak merah.
Penyakit ini bawaan dari lahir. Sebabnya ada sumbatan dalam saluran air mata dan infeksi bersarang di sanan. Biasanya menahun. Selain diberi tetes atau salep antibiotika, dilakukan pengurutan pada bagian bawah kelopak mata ke arah pangkal hidung yang bisa dilakukan sendiri oleh ibunya. Maksudnya, untuk mengalirkan kotoran mata yang menyumbat di bagian itu.

Namun, jika dengan cara-cara itu tidak menolong, dilakukan tindakan perojokan (probing) sehingga sumbatan macam-macam di sana bisa dibebaskan dan infeksi tidak lagi bersarang.
Infeksi kelenjar air mata pada anak yang besar sering akibat komplikasi campak, gondong, atau flu. Tak jarang akibat TBC dan penyakit getah bening.

Jika penyakit di atas dibiarkan, penyakit dapat berkembang menahun. Kuman tetap bersarang tanpa terusik di kelenjar atau kantung air mata.

Infeksi mata menahun sering pula disebabkan oleh penyakit mata trachoma. Banyak diidap di negara yang masih buruk sanitasi dan higienenya. Mudah menular dan sering menahun sebab tidak tuntas diobati. Komplikasinya bisa berat bahkan menimbulkan kebutaan.

Infeksi kelenjar minyak mata menimbulkan bintil. Bisul kecil di mulut kelenjar ini perlu segera diobati sebab jika sudah lebih dari dua minggu, obat sudah terlambat dan memerlukan tindakan operasi untu menyayat bisul mata yang sudah mnegeras. Tanpa operasi bisul, bintil tidak hilang, menetap, dan sering kambuh.

Bintil sering terjadi pada orang dengan higiene perorangan yang masih rendah. Kebiasaan buruk dalam memperlakukan mata, menggosok-gosok mata, memberrsihkan mata dengan jari, mata direndam air atau rendaman daun sirih atau melati, mata kurang dilindungi dari debu dan kotoran lain.

Selain pada putih mata dan selaput lendir kelopak mata, infeksi mata juga dapat menyerang kornea atau hitam mata. Ini jauh lebih berbahaya sebab kornea berhubungan langsung dengan fungsi penglihatan.
Infeksi pada kornea berhubungan langsung dengan fungsi penglihatan. Infeksi kornea mata perlu mendapat perhatian lebih besar agar tidak sampai menimbulkan kecacatan sehingga peradangan terganggu sebab kornea menjadi jendela penglihatan kita.

Infeksi bisa berkembang pada kornea yang kena luka tusukan. Kornea yangtertusuk akan dimasuki kuman jika tidak dilindungi dengan antibiotika dan tertutup mata. Infeksi kornea bisa buruk akibatnya. Tusukan duri atau serpihan kaca pada kornea pelru dicabut dan perawatan mata perlu sungguh-sungguh agar kornea tetap utuh setelah menyembuh.

Mata merah juga dapat disebabkan glaucoma dan alergi. Bedanya dengan infeksi, pada glaucoma atau alergi biasanya tidak ada rasa nyeri, pedih, atau mengganjal bola mata, tidak pula disertai demam. Biasanya tidak mengeluarkan kotoran mata. Dokter bisa membedakan mana jenis mata merah infeksi, mana pula yang bukan.

8. RETINOBLASTOMA
Tumor ganas bola mata yang dibawa sejak lahir. Tidak tahu apa sebabnya. Tumor di retina ini sudah tumbuh sejak lahir. Sering luput dan kerap gejalanya baru muncul ketika tumor sudah telanjur besar. Gejala itu mungkin juling mendadak, glaucoma, mata sering merah, dan visus atau ketajaman penglihatan anak cepat menurun sehingga sering ganti kacamata.

9. KEKURANGAN VITAMIN A
Akibat kekurangan vitamin A, bukan saja menimbulkan rabun senja. Begitu matahari mulai terbenam anak sering menabrak-nabrak barang di depannya kalau berjalan. Penglhatannya menjadi kabur di waktu sennja hari. Sebab sel-sel batang di retinanya terganggu fungsinya akibat tidak cukup vitamin A dalam menu hariannya.

Jika rabun senja dibiarkan tanpa tambahan vitamin A, maka kelainan mata akan berkembang menadi kelainan pada putih mata yang disebut bercak Tuan Bitot. Pada fase ini mata masih bisa diselamatkan jika vitamin A ditambahkan dalam menu hariannya.

Jika kelainan ini pun masih dibiarkan, mata akan menjadi kering dan kornea kemudia rusak. Kornea keriput lalu kisut dan akhirnya pecah. Kondisi kornea yang semacam inilah yang berakibat kebutaan yang sudah tak terkoreksi lagi.

Anak dengan menu normal, dari susu, ikan, dan sayuran hijau, mestinya tidak bakal sampai harus kekurangan vitamin A. sepotong wortel sudah mencukupi kebutuhan harian vitamin A tubuh. Tapi vitamin A berkaitan dengan menu lemak. Jika anak urang gizi dan menu lemaknya rendah, biasanya akan kekurangan vitamin A.

10. RABUN JAUH
Anak sekarang terancam kena rabun jauh pada usia masih kecil. Penyebabnya, banyak membaca dengan cara yang kurang tepat. Baca sambil tiduran, sebab yang dibaca banyak dan badan lebih oleh banyaknya elajaran dan pekerjaan rumah. Membaca dengan pencahayaan yang kurang. Sedikitnya perlu 60 watt dengan jarak baca 33 cm, posisi duduk tegak, dan obyek baca tidak bergerak. Artinya, yang sehat itu membaca duduk dan obyek bacaan diletakkan di atas meja. Tapi anak sekarang membaca di mana dan kapan saja. Bahkan selama di bus sekolah atau kereta api juga.

Kedua, pengaruh radiasi monitor komputer atau televisi sendiri. Jarang nonton yang mestinya sekurang-kurangbya 5 kali lebar diagonal layar televisi sebab kondisi ruangan yang sempit mamaksa anak nonton pada jarak yang sangat dekat.

Itu maka anak sekarang banyak yang sudah berkacamata myopia, rabun jauh, pada usia yang maish sangat kecil. Dan keadaan ini sering luput dari pengamatan orang tuanya. Tahu-tahu visusnya sudah buruk waktu dilakukan pemeriksaan.

Kini ada cara koreksi rabun jauh dengan laser. Tapi baru-baru ini diberitakan cara ini tidak aman atau punya efek sampinngan yang tidak dilakukan lagi dibeberapa negara.

Agar tidak semakin memburuk, kacamata yang cocok ukurannya perlu dipakai terus. Jika erabunan masih ringan, pemakaian kacamata mungkin memulihkannya, tapi jika kacamata tidak dipakai dan kerabunan sudah tinggi, setiap tahunu tentu perlu pengganti kacamata.

Waspada jika kerabunan lekas bertambah, selain berakibat koyaknya retina yang bisa berakibat kebutaan, harus diwaspadai ggejala ini sebagai suatu gejal apenyakit lain yang lebih berbahaya, seperti glaucoma, tumor ganas bola mata, atau adanya kelainan retina lainnya.
»»  Baca Selengkapnya...