Obat Tradisional Sakit Mata Yang Manjur

Anda pasti tidak ingin seperti Tobi-kan? Sampai ribuan kalipun diobati matanya pasti tetap merah. Hehehe….

Daya tahan tubuh sangat mempengaruhi mata dalam menghalau penyakit-penyakit yang menyerangnya. Daya tahan tubuh bagus, biasanya mata selalu selamat. Satu lagi, sering-sering cuci tangan dan yang paling penting jangan ucek mata/sentuh mata biar sebentar saja.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita



Bila mata gatal karena kelilipan, pejamkan saja mata, tahan sebentar sampai air matanya keluar, biasanya debu/benda kecil yang masuk akan keluar sendiri bersama air mata tsb. Sakit mata itu katanya lagi menular lewat cairan. Jika bersalaman dengan orang sakit mata, berikan segera tangan sebelum beraktivitas yang lain.

Tidak ada salahnya bila kita mencoba obat tradisional jika mengalami sakit mata. Cobalah tops berikut:

Petik secukupnya beberapa lembar daun sirih.
Kemudian rendam daun sirih dalam air panas.
Tunggu sampai rendaman sampai hangat ataupun dingin.
Celupkan mata anda ke dalam rendaman beberapa kali.

Semoga bermanfaat.
»»  Baca Selengkapnya...

Cara Memelihara Kesehatan Mata Anda

Pemeriksaan kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.

Mata adalah jendela hati. Rasa sedih atau bahagia bisa berawal dari pandangan mata. Kita mengenal konsep indah, serasi, warna dan bentuk juga tak lepas dari peran indra penglihatan.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak mengindahkan anjuran memeriksakan kesehatan mata secara rutin minimal enam bulan sekali.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Jangankan melakukan pemeriksaan mata sebagai langkah pencegahan, mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan pun acapkali malas untuk berkunjung ke dokter.

Hal ini juga terjadi di Amerika, seperti yang dilaporkan dalam sebuah survei terbaru di negara adidaya tersebut. Berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata. Kondisi ini dapat memburuk, terutama pada mereka yang tidak menggunakan lensa pengoreksi (corrective lens), semisal pada masalah mata minus atau plus.

Pada kelompok ini, 3 dari 5 orang mengaku belum melakukan uji penglihatan selama lebih dari dua tahun. Para dokter meyakini hal tersebut disebabkan mayoritas gangguan penglihatan tampak tidak jelas dan karena orang umumnya tidak menjadwalkan kunjungan ke dokter mata sebagai sesuatu yang rutin. "Ya, mungkin kita sibuk. Sebagian besar dari kita mungkin memiliki penglihatan yang bagus sehingga kita merasa baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun. Kenyamanan inilah yang kerap membuat kita terlalu berpuas diri," ungkap ahli mata dari the University of California di San Francisco, Amerika, Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara American Academy of Ophthalmology.

Survei yang dilakukan American Academy of Ophthalmology kian menguatkan asumsi tersebut. Hanya 28 persen orang yang disurvei yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko terkena penyakit mata tertentu, dan hanya 23 persen yang menaruh perhatian akan kekhawatiran kehilangan penglihatan. Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan, deteksi dini gangguan mata amatlah penting.

Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan. Selama ini kebanyakan orang beralasan bahwa penglihatannya tidak bermasalah, mata tidak sakit dan terlihat baik-baik saja. "Mereka tidak menyadari bahwa banyak sekali penyakit mata yang tidak memunculkan gejala pada stadium awalnya," tandas Beebe yang juga seorang juru bicara di American Optometric Association. Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang. Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut saraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut saraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.

"Bersamaan Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal, sesungguhnya telah terjadi penurunan fungsi penglihatan yang nyata yang dapat mengarah pada hilangnya penglihatan," kata Iwach. "Namun jika kita sigap menanganinya lebih awal, banyak hal yang masih bisa diselamatkan," imbuhnya seraya mengungkapkan bahwa pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan mata tersebut. "Mata adalah organ yang unik, di mana kami dapat melihat pembuluh darah, nadi dan saraf secara jelas, bahkan hingga ke bagian belakang mata dan saraf optik. Melalui pemeriksaan mata, kita juga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit sistemik," tutur Iwach.

Ia mencontohkan, sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Sebagai langkah pencegahan, The American Optometric Association merekomendasikan orang dewasa untuk mengecek kondisi kesehatan mata setidaknya setiap dua tahun sekali. Ini penting dilakukan sekalipun tidak ada keluhan penglihatan apa pun.

Sementara bayi dan anak-anak harus dicek kesehatan matanya pada usia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk SD, dan selanjutnya setiap dua tahun sekali. Survei yang dilakukan The American Optometric Association mengungkap bahwa 8 dari 10 anak tidak pernah mendapatkan pemeriksaan mata hingga menginjak usia setahun. "Orang tua mungkin melihatnya baik-baik saja, anaknya tidak mengeluh apa pun, jadi tidak masalah. Padahal, perlu diingat bahwa anak usia setahun belum memiliki acuan atau perbandingan objek apa saja yang seharusnya dapat mereka lihat. Jadi, kalaupun ada sesuatu yang salah, mereka tidak akan mengatakannya karena tidak tahu," papar Beebe.

Bagi Anda yang mulai menginjak usia 40, panduan terbaru dari the American Academy of Ophthalmology juga menyarankan kunjungan ke dokter spesialis mata (ahli opthalmology) setidaknya sekali. Menurut Iwach, hasil konsultasi dan tes mata ini dapat mengungkapkan kemungkinan adanya faktor risiko gangguan penglihatan, terutama yang rentan dialami pada usia senja seperti halnya katarak.
»»  Baca Selengkapnya...

Mata Adalah Jendela Hati, Yang Tak Pernah Bohong

Mata adalah jendela hati,mata juga melukiskan ekspresi jiwa,saat sedih mata menangis saat senang mata akan tertawa,mata tak pernah bohong”

Mungkin ungkapan di atas seperti apa yang kurasakan saat ini.Walau suasana cerah hari ini tak membuat hatiku bersinar seperti matahari.Senyumku tak lagi merekah,hatiku begitu gundah,leher terasa kelu.Tak terasa mataku telah basah …

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Tak ingin aku menghabiskan air mata ini hanya untuk menangisi sepi.Jujur aku merasa kesepian,jauh dari orang-orang yang aku sayangi.Aku harus berjuang sendiri ketika ada masalah.Aku kadang iri dengan mereka,yang pulang kerja bertemu orang-orang yang terkasih.Bisa bercanda sambil menikmati senja.Tapi aku pulang kerja hanya berjumpa bantal guling saja.Kadang ingin kubunuh sepi dengan bercanda dengan mereka tapi jarak yang begitu jauh memisahkan kita.Ingin kubuang bosan dengan menyibukkan diri,lelah aku berpura-pura menjadi orang yang selalu ceria.Aku hanya makhluk biasa yang jauh dari kata sempurna”Hati bisa sakit sebagaimana sakitnya jasad,hati bisa kena virus demam atu flu,sebagaimana raga”.Dan saat ini aku benar-benar sakit karena menahan rindu.

Ya rab…seandainya waktu dapat di ulang kembali ku ingin kembali kemasa kecil,agar selalu kurasakan sentuhan lembut kasih sayang bunda,dan nasehatnya yang begitu menyejukan jiwa…..!!!!

»»  Baca Selengkapnya...

Tips Cara Untuk Melindungi Mata

Sebagian besar pekerjaan yang kita lakukan berhubungan dengan komputer, sehingga disadari atau tidak, kerusakan mata kerap terjadi. Untuk membantu menghindari terjadinya kerusakan mata atau mengurangi tebalnya lensa kacamata Anda, coba lakukan beberapa tip berikut..

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita


  • Pastikan ruangan kerja atau ruangan baca Anda mendapat penerangan yang cukup, tidak terlalu terang dan tidak terlalu suram.
  • Jangan biarkan mata Anda terus menerus menatap layar monitor atau buku yang sedang Anda baca. Usahakan untuk memnadang ke arah lain beberapa menit sekali. Agar lebih murah, atur posisi duduk Anda sehingga memungkinkan untuk melihat pemandangan dengan lain di kejauhan dari samping atau dari atas layar monitor.
  • Usahakan untuk tidak bekerja dalam jarak yang terlalu dekat dengan layar monitor.
  • Untuk melindungi mata, usahakan untuk menggunakan pelindung monitor.
  • Usahakan untuk sering berkedip. Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Jepang pada tahun 1993, para pekerja kantor dalam keadaan rileks akan berkedip 22 kali per menit. Ketika menatap materi cetakan mereka berkedip 10 kali per menit. Tetapi ketika bekerja di depan komputer, mereka hanya berkedip 7 kali per menit, dan sering sekali menatap layar dengan mata terbuka lebar. Akibatnya, kelembaban mata berkurang, mata menjadi kering dan mudah teriritasi.
  • Mengenakan kaca mata akan menimbulkan ketergantungan dan membuat mata semakin lemah sehingga kehilangan fokus alaminya. Karena itu, lebih baik tidak mengenakan kacamata sepanjang waktu. Kenakan saja di mana perlu, atau dalam posisi yang berpotensi membahayakan seperti memasak, menyetir atau menggunakan alat berlistrik. Kecuali bagi yang kacamata minusnya sudah telanjur tebal sehingga tidak bisa begitu saja melepasnya. Lakukan perlahan-lahan.

»»  Baca Selengkapnya...

Cara Menghindari Ketularan Dari Sakit Mata

Bila mata Anda terlihat menjadi merah muda, terasa perih dan mengeluarkan air, Anda mungkin menderita sakit mata konjungtivitis, infeksi mata yang paling menular. Jika tidak diobati secara khusus penyakit ini akan menularkan ke orang lain.

Sakit mata mudah sekali menularnya. Satu orang saja yang di ruangan ada yang terkena sakit mata, risiko tertularnya sangat tinggi. Jika Anda atau ada orang yang menderita sakit mata seharusnya berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar agar tidak menulari orang lain.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Penyakit mata biasanya diakibatkan oleh infeksi dari bakteri, jamur atau virus. Infeksi ini dapat terjadi di berbagai bagian mata dan bisa mempengaruhi keduanya atau hanya salah satu mata saja.

Gejala dari infeksi mata ini mencakup kemerahan, gatal, bengkak, banyaknya kotoran mata yang keluar (belekan), nyeri dan sakit serta bermasalah dengan penglihatan.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebab infeksinya, perawatan yang diberikan biasanya meliputi kompres, obat tetes mata, salep atau antibiotik. Hal yang membuat sakit mata lama untuk sembuh karena adanya infeksi kedua yang biasanya disebabkan oleh kuman atau bakteri.

Penyakit mata yang paling mudah menular adalah penyakit konjungtivitis, yaitu iritasi akibat adanya infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Hal ini disebabkan virusnya ada dimana-mana dan bisa berterbangan di udara.

Penyakit mata sangat mudah menular, semua peralatan yang digunakan dan disentuh oleh penderita bisa menjadi sumber penularan sakit mata. Karena virus ini sangat mudah menyebar di udara, sebaiknya penderita sakit mata tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Seperti dikutip dari eHow, Selasa (23/2/2010), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari sakit mata, yaitu:

1. Menghindari menyentuh mata setelah bepergian atau menyentuh barang-barang orang yang sakit mata. Biasakan untuk selalu mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan cairan pembersih tangan sebelum menyentuh mata.

2. Menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk, kacamata, sapu tangan, perias mata atau lensa kontak dengan orang lain.

3. Sebaiknya tidak mengucek-ucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah goresan mata dan infeksi dari kuman yang mungkin menempel di tangan, karena tangan tidak selalu berada dalam kondisi steril.

4. Menggunakan pelindung mata seperti kacamata jika berada di tempat-tempat yang berisiko tertular sakit mata atau jika sedang mengendarai sepeda motor agar tidak terkena debu atau angin yang dapat menyebabkan iritasi.

5. Memperhatikan kebersihan dari kacamata atau lensa kontak yang digunakan.
»»  Baca Selengkapnya...