Penyakit Mata Glaukoma dan Cara Pencegahannya

Mereka yang berusia 40 tahun keatas, kemungkinan bisa mengidap penyakit Glaukoma. Namun demikian, tidak dipungkiri bisa juga menyerang semua umur dan tanpa batasan jenis kelamin. Penyakit ini timbul pada orang-orang yang mempunyai bakat glaukoma atau diakibatkan penyakit mata lain.

Apabila dapat diatasi dengan baik sebelum terjadi kerusakan retina dan syaraf mata, biasanya ada harapan untuk pulih kembali. Penderita glaukoma memerlukan pengawasan seumur hidup. Lebih awal penyakit glaukoma diketahui dan diobati, lebih baik hasil yang dicapai.

Glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan cairan di dalam mata. Glaukoma akut terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini harus segera diatasi untuk menyelamatkan penglihatan. Pada glaukoma kronis peningkatan tekanan di dalam mata terjadi dalam masa beberapa bulan atau tahun tanpa terjadi gejala apa-apa. Kalau tidak diobati, glaukoma kronis akhirnya mengakibatkan kebutaan total. Glaukoma dapat juga disebabkan oleh penyakit mata lainnya.

Terdapat 4 jenis glaukoma :
- Glaukoma sudut terbuka
- Glaukoma sudut tertutup
- Glaukoma kongenitalis
- Glaukoma sekunder

Keempat jenis glaukoma ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata dan karenanya semuanya bisa menyebabkan kerusakan saraf optikus yang progresif.

Gejala-gejala

- Glaukoma sudut terbuka :

Pada glaukoma sudut terbuka, saluran tempat mengalirnya humor aqueus terbuka, tetapi cairan dari bilik anterior mengalir terlalu lambat. Secara bertahap tekanan akan meningkat (hampir selalu pada kedua mata) dan menyebabkan kerusakan saraf optikus serta penurunan fungsi penglihatan yang progresif.
Hilangnya fungsi penglihatan dimulai pada tepi lapang pandang dan jika tidak diobati pada akhirnya akan menjalar ke seluruh bagian lapang pandang, menyebabkan kebutaan.

Glaukoma sudut terbuka sering terjadi setelah usia 35 tahun, tetapi kadang terjadi pada anak-anak. Penyakit ini cenderung diturunkan dan paling sering ditemukan pada penderita diabetes atau miopia. Glaukoma sudut terbuka lebih sering terjadi dan biasanya penyakit ini lebih berat jika diderita oleh orang kulit hitam.

Pada awalnya, peningkatan tekanan di dalam mata tidak menimbulkan gejala. Lama-lama timbul gejala berupa :

  • penyempitan lapang pandang tepi
  • sakit kepala ringan
  • gangguan penglihatan yang tidak jelas (misalnya melihat lingkaran di sekeliling cahaya lampu atau sulit beradaptasi pada kegelapan).
    Pada akhirnya akan terjadi penyempitan lapang pandang yang menyebabkan penderita sulit melihat benda-benda yang terletak di sisi lain ketika penderita melihat lurus ke depan (disebut penglihatan terowongan).

Glaukoma sudut terbuka mungkin baru menimbulkan gejala setelah terjadinya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Untuk pengobatan glaukoma sudut terbuka, obat tetes mata biasanya bisa mengendalikan glaukoma sudut terbuka. Obat yang pertama diberikan adalah beta bloker (misalnya timolol, betaksolol, karteolol, levobunolol atau metipranolol), yang kemungkinan akan mengurangi pembentukan cairan di dalam mata.

Juga diberikan pilokarpin untuk memperkecil pupil dan meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Obat lainnya yang juga diberikan adalah epinefrin, dipivefrin dan karbakol (untuk memperbaiki pengaliran cairan atau mengurangi pembentukan cairan).

Jika glaukoma tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan atau efek sampingnya tidak dapat ditolerir oleh penderita, maka dilakukan pembedahan untuk meningkatkan pengaliran cairan dari bilik anterior. Digunakan sinar laser untuk membuat lubang di dalam iris atau dilakukan pembedahan untuk memotong sebagian iris (iridotomi).

Glaukoma sudut tertutup
Glaukoma sudut tertutup terjadi jika saluran tempat mengalirnya humor aqueus terhalang oleh iris.
Setiap hal yang menyebabkan pelebaran pupil (misalnya cahaya redup, tetes mata pelebar pupil yang digunakan untuk pemeriksaan mata atau obat tertentu), bisa menyebabkan penyumbatan aliran cairan karena terhalang oleh iris. Iris bisa menggeser ke depan dan secara tiba-tiba menutup saluran humor aqueus, sehingga terjadi peningkatan tekanan di dalam mata secara mendadak.

Serangan bisa dipicu oleh pemakaian tetes mata yang melebarkan pupil, atau bisa juga timbul tanpa adanya pemicu. Glaukoma akut lebih sering terjadi pada malam hari karena pupil secara alami akan melebar di bawah cahaya yang redup.

Episode akut dari glaukoma sudut tertutup menyebabkan :
- penurunan fungsi penglihatan yang ringan
- terbentuknya lingkaran berwarna di sekeliling cahaya
- nyeri pada mata dan kepala.
Gejala tersebut berlangsung hanya beberapa jam sebelum terjadinya serangan lebih lanjut.

Serangan lanjutan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan secara mendadak dan nyeri mata yang berdenyut. Penderita juga mengalami mual dan muntah. Kelopak mata membengkak, mata berair dan merah. Pupil melebar dan tidak mengecil jika diberi sinar yang terang.

Sebagian besar gejala akan menghilang setelah pengobatan, tetapi serangan tersebut bisa berulang. Setiap serangan susulan akan semakin mengurangi lapang pandang penderita.

Pengobatan glaukoma sudut tertutup :

  • Minum larutan gliserin dan air bisa mengurangi tekanan dan menghentikan serangan glaukoma. Bisa juga diberikan inhibitor karbonik anhidrase (misalnya asetazolamid).
  • Tetes mata pilokarpin menyebabkan pupil mengecil sehingga iris tertarik dan membuka saluran yang tersumbat. Untuk mengontrol tekanan intraokuler bisa diberikan tetes mata beta bloker.

Setelah suatu serangan, pemberian pilokarpin dan beta bloker serta inhibitor karbonik anhidrase biasanya terus dilanjutkan. Pada kasus yang berat, untuk mengurangi tekanan biasanya diberikan manitol intravena (melalui pembuluh darah).

Terapi laser untuk membuat lubang pada iris akan membantu mencegah serangan berikutnya dan seringkali bisa menyembuhkan penyakit secara permanen. Jika glaukoma tidak dapat diatasi dengan terapi laser, dilakukan pembedahan untuk membuat lubang pada iris.

Jika kedua mata memiliki saluran yang sempit, maka kedua mata diobati meskipun serangan hanya terjadi pada salah satu mata.

Glaukoma sekunder
Glaukoma sekunder terjadi jika mata mengalami kerusakan akibat :
- infeksi
- peradangan
- tumor
- katarak yang meluas
- penyakit mata yang mempengaruhi pengaliran humor aqueus dari bilik anterior.

Penyebab yang paling sering ditemukan adalah uveitis. Penyebab lainnya adalah penyumbatan vena oftalmikus, cedera mata, pembedahan mata dan perdarahan ke dalam mata. Beberapa obat (misalnya kortikosteroid) juga bisa menyebabkan peningkatan tekanan intraokuler.

Pengobatan glaukoma sekunder tergantung kepada penyebabnya. jika penyebabnya adala peradangan, diberikan kortikosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. kadang dilakukan pembedahan.

Glaukoma kongenitalis
Glaukoma kongenitalis sudah ada sejak lahir dan terjadi akibat gangguan perkembangan pada saluran humor aqueus. Glaukoma kongenitalis seringkali diturunkan.
Untuk mengatasi glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Bila anda mengalami salah satu gejala diatas, segeralah konsultasi dengan dokter anda, atau periksakan mata satu tahun sekali bila dalam keluarga anda, ada yang menderita glaukoma. Karena mencegah lebih baik dari pada sudah terdeteksi menderita penyakit tersebut.
»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Silinder dan Mata Minus

Bulan Juli tahun lalu saya pernah cerita tentang kacamata trus bagaimana perkembangan yang terjadi tahun ini??? Postingan tahun lalu saya tulis tanggal 20 Juli, skrg tanggal 18 Juli *beda 2 hari aja* saya akan cerita tentang kacamata juga.

Kacamata yang lama *tahun lalu* saya gunakan adalah :

Kiri : silinder = 0.75 dan minus = 0

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0

Jadi mata saya tidak minus tapi silinder, kekekeke…

Pada saat menemani adik ganti kacamatanya yang hilang, saya iseng2 periksa juga dan… saya mendapatkan hasil :

Kiri : silinder = 1.25 dan minus = 1.25

Kanan : silinder = 1.00 dan minus = 0.75

Waaaaaaaaaa…skrg mata saya ada minusnya..Hiks! *pengaruh kah karena rajin ng-blog* Tapi alhamdulillah, setidaknya ukuran silinder n minusnya tidak besar *semoga tidak bertambah* dan saya masih nyaman dengan kacamata lama *alasan gak ganti kacamata*, hehehehe…

Ketika kita melihat seseorang menggunakan kacamata, apa yg sering kita tanyakan??

“Matanya minus berapa??”

Begitu bukan? Ntah apa sebabnya orang lebih sering menganggap mata yang tidak normal *pake kacamata* dianggap matanya minus. Padahal belum tentu minus.

Saya sendiri sering dilontarkan pertanyaan seperti itu. Jawaban yang saya berikan biasanya seperti ini :

“Tidak ada minus, hanya silinder”

Jawaban tersebut malah menimbulkan pertanyaan baru lagi..

“Silinder itu gmn?”

Nah loh??? Emangnya orang yang pake kacamata hanya karena matanya minus?! Ya gak lah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

Seperti itulah kondisi mata minus jika melihat jarak jauh. Mata minus disebut sebagai myopia, yaitu pandangan kabur atau blur pada saat melihat detail jarak jauh.

Selanjutnya lihat lagi gambar berikut :

Selain mata minus ada juga mata silinder, yaitu gejala blur ke arah tertentu, tidak seperti minus yang blurnya sama ke segala arah 360°. Patokan silinder ini gejalanya berbeda-beda, diukur dari titik pusat konsentris antara 0 hingga 180°.

Menurut cerita di sini ada beberapa kelainan reflaksi yang sering dijumpai :

· Miopia
Kelainan sering diistilahkan rabun jauh. Terjadi karena sistem optik yang sangat kuat pembiasannya, sehingga fokus bayangan benda yang dilihat akan jatuh di depan retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa minus. Oleh sebab itu, mata miopia dikenal sebagai mata minus.

· Hipermetropia
Kalau yang ini dikenal dengan istilah rabun dekat. Apa yang terjadi pada rabun dekat merupakan kebalikan dari miopia, yaitu sistem optik yang terlalu lemah sehingga fokus dari bayangan benda yang dilihat akan jatuh di belakang retina. Kelainan ini harus dikoreksi dengan lensa plus sehingga fokusnya maju ke posisi normal.

· Astigmatisme
Kelainan ini tidak hanya meliputi masalah bagaimana fokus bayangan dibentuk, karena fokus benda yang dilihat terpecah menjadi dua bayangan.
Biasanya astimagtisme terjadi karena lengkung datar kornea dan lengkung tegak kornea tidak simetris. Keadaaan ini bisa dianalogikan dengan lengkungan pada sendok. Pada satu sisi ada yang landai sedangkan sisi lainnya terjal. Kalau sistem optik atau suatu lensa terlalu melengkung/terjal maka cahaya yang terbias melalu retina menjadi terlalu dekat. Sedangkan lengkung yang landai membuat fokusnya menjadi terlalu jauh. Akhirnya, imej atau citraan yang jatuh jadi terpecah dua.

Nah, kelainan ini yang oleh orang awam disebut sebagai mata silinder. Namun, terminologi mata silinder ternyata tak tepat karena sebenarnya bukan matanya yang silinder tetapi lensa yang fungsinya mengoreksi keadaan astigmatisme itulah yang bersifat silinder. Jadi, yang ada lensa silinder bukan mata silinder. Kasus astigmatisme banyak dijumpai pada orang Asia.

· Kombinasi Kelainan

Kelainan lensa silinder bisa dibarengi dengan kelainan mata minus atau plus. Kalau kelainan astigmatisme berbarengan dengan kelainan rabun dekat, maka fokus benda yang terlihat terpecah menjadi dua dan jatuhnya di depan retina. Gangguan ini bisa diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa minus. Sedangkan bila dibarengi rabun jauh, fokus benda yang terpecah akan jatuh di belakang retina. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan lensa silinder yang disatukan dengan lensa plus.

Sekarang sudah lebih jelas apa itu minus n silinder. Saya tambah lagi cerita tentang silinder…

Penderita mata silinder menurut dokter sebagian besarnya karena ‘genetik’ atau turunan. Tidak akan mengganggu apabila tidak ada stressornya. Komputer merupakan salah satu stressor sehingga orang yang secara genetik memiliki mata silinder akan mulai merasakan ketidaknyamanan, karena kerusakan yang semakin besar. Pada orang yang matanya normal, bagian hitam terkecil yang ada di kornea mata berbentuk lingkaran. Pada penderita mata silinder, kerusakan berada di lingkaran tersebut, sehingga bentuknya bukan lagi lingkaran. Hal ini menyebabkan mata tidak menangkap cahaya yang memantulkan ’sesuatu/benda’ dengan baik. Itu sebabnya penderita mata silindris tidak bisa melihat suatu objek secara focus. Cahaya yang masuk dipantulkan tidak tegak lurus ke objek.

Cukuplah cerita tentang mata minus dan silinder…Kesimpulannya mata saya sekarang kombinasi kelainan.

Semoga bermanfaat..

Wallahu’alam

»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Belekan Tidak Mempan Obat Warung

Penyakit mata merah alias belekan sering mewabah di beberapa daerah. Pangkal
sebabnya cukup jelas : virus. Kalau hanya virus memang tidak apa-apa.Tapi
ketika virus menyerang seseorang yang sedang lemah, kondisi fisiknya, maka
infeksinya akan berbahaya karena ditunggangi kuman.

Gara-gara ditunggangi kuman, penyakit mata merah menjadi bengkak, merah membara,
disertai rasa nyeri pada bola mata. Ketika menjadi infeksi, produksi tahi
mata (belek) bertambah. Saat bangun tidur, penderita bahkan sulit membuka
matanya. Banyak kotoran di seputar tepi kelopak mata. Proses ini berlangsung
cepat, menyebabkan penglihatan kabur dan terasa ada ganjalan di bola mata.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit  Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata  Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata  Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi



Sangat menular

Penyakit mata merah sangat menular. Semua alat yang dipakai dan menyentuh
mata seperti kaca mata, sapu tangan, handuk, lensa kontak, perias mata, mejadi
sumber penular. Tanpa sadar penularan bisa berlangsung lewat jemari tangan
yang sudah tercemar kuman atau virus.

Orang yang pekerjaannya banyak memegang uang, misalnya kasir, mudah tertular
infeksi mata. Kalau salah seorang anggota keluarga ada yang terkena penyakit
ini, maka anggota lain dalam keluarga mudah terkena.

Virus penyakit mata merah ini bertebaran di udara dan siap hinggap di tempat-tempat
keramaian, seperti terminal, bioskop, dan sekolah atau bekerja. Selain menambah
buruk proses penyakitnya, juga membahayakan orang sekitarnya, sekalipun sudah
berkacamata.

Tak mempan obat warung

Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun,
jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian,
diperlukan antibiotik. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya
bisa mengakibatkan kebutaan.

Sayangnya, obat tetes mata yang bisa dibeli di warung tidak mampu menyembuhkan.
Banyak pasien tertunda penyembuhannya karena mengandalkan obat mata asal warung.

Obat mata warung hanya membersihkan bola mata dari polusi debu dan iritasi,
tapi tidak membunuh bibit penyakit. Lebih-lebih jika penyakitnya jamur. Perlu
jenis obat khusus, baik yang mengandung anti jamur – selain antibiotik
baik dalam bentuk salep atau tetes.

Apa perbedaan salep dengan tetes? Untuk penyakit infeksi mata yang berat,
daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya obat berbentuk
salep
lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata di bandingkan
dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir
ke luar lagi bersama air mata.

Untuk itu kalau memakai obat tetes, perlu pemberian obat tetes lebih sering
dibandingkan dengan pemakaian salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali.
Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang
enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien
memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir
merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai
bulu mata. Caranya, mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di
depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan
cara menarik kelopak mata bawah.

Semua obat infeksi mata harus ditebus dengan resep dokter. Tidak semua penyakit
mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan
bisa membehayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan
pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.

Obat mata yang diresepkan dokter banyak jenisnya. Kandungan obatnya pun beraneka.
Selain ada berbagai pilihan jenis antibiotiknya, ada obat mata yang berisi
tambahan obat kostikosteroid. Obat ini dipilih untuk membantu mempercepat
penyembuhan peradangan.

Namun, tidak semua penyakit mata merah boleh memakai obat mata yang mengandung
bahan ini. Jika penyakit mata sudah mengenai bagian kornea (hitam mata), obat
jenis ini tidak boleh dipakai. Begitu juga jika penyakit mata merah disebabkan
oleh virus herpes, ada luka tusukan, atau borok pada kornea. Oleh karena itu,
penderita penyakit mata merah yang kelihatannya sama belum tentu boleh memakai
obat mata yang sama.

Tidak semua karena infeksi

Benar, tidak semua mata merah disebabkan oleh infeksi. Mungkin juga suatu
glaucoma (meningkatnya tekanan didalam bola mata sehingga merusak pandangan
dan berakhir dengan kebutaan). Atau bisa pula alergi mata, peradangan tirai
mata, atau akibat penyakit otoimun pada mata.

Bedanya, pada infeksi mata disertai dengan keluhan dan gejala infeksi umumnya,
seperti demam, tidak enak badan, rasa nyeri pada mata, ada peradangan pada
bola mata dan kelopaknya, disertai dengan bertambah banyaknya kotoran mata.
Sedangkan pada bukan infeksi mata, gejala dan tanda infeksi itu tidak ada.
Yang terlihat adalah sama-sama merahnya.

Mata merah karena alergi biasanya hilang timbul dan sudah berlangsung lama
disertairasa gatal dan mereda jika tidak kontak dengan debu, angin, atau serbuk
allergen lainnya. Pasien sendiri harus melacak faktor pencetus alergi pada
bola matanya, termasuk apakah faktor itu akibat kosmetik perias mata yang
tidak cocok.
Pengidap TBC, campak, difteria, cacingan pun dapat memperlihatkan gejala
mata merah. Tapi tentu tidak sembuh dengan obat antibiotik karena harus di
sembuhkan dulu penyakit yang jadi akar penyebabnya

»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Mata Merah Sangat Gampang Menular

Ibu sumi..@eudoramail.com mengirimkan e-mail pada saya dengan pertanyaan sebagai berikut: Kami sekeluarga terdiri dari kami berdua, suami-isteri dan tiga anak yang berusia 12 tahun, 8 tahun dan 5 tahun. Anak pertama kami menderita sakit batuk pilek, mata berair, tak ada belekan, bengkak dan bewarna merah merah sudah 2 minggu, dan menularkan kepada suami saya sekitar 5 hari yang lalu. Sekarang saya merasa kedua mata mulai terasa gatal–gatal. Saya tinggal diperumahan BTN di Bekasi dan hampir separuh penghuni perumahan sa’at ini menderita penyakit mata merah. Apa kira–kira penyebab penyakit mata merah itu, cara penularannya dan cara pencegahannya. Terima kasih atas jawaban Dokter.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit  Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata  Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata  Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi


Ibu Sumi Yth, dari pemantauan kami ditempat praktek kami, bulan bulan ini kita memang telah memasuki musim pancaroba sehingga terdapat berbagai penyakit yang khusus menyerang masyarakat dimusim pancaroba seperti influenza, batuk-pilek, radang paru dan radang mata. Radang mata menular atau epidemic keratoconyunctivitis (pharyngoconyunctival fever) biasanya disebabkan oleh virus yang termasuk golongan adenovirus yang menyerang mata dan saluran nafas sebelah atas. Selain itu terdapat golongan virus lain yang menyerang mata hingga merah dan berhubungan dengan infeksi virus yang menyerang usus namun jenis ini lebih jarang ditemukan di Indonesia. Dari keluhan keluarga ibu, kelihatannya penyakit yang diderita keluarga ibu termasuk virus yang menyerang mata dan saluran nafas.

Penularan virus biasanya terjadi melalui semburan titik ludah pada waktu bersin/batuk, melalui pegangan tangan secara langsung, atau melalui media lain yang tercemar adenovirus seperti saputangan, bantal tempat tidur, atau handuk Penyakit virus mata mempunyai masa inkubasi. Virus hanya bisa menginfeksi seseorang kalau terdapat luka-luka halus pada selaput putih mata yang ditimbulkan karena gosokan atau tekanan penderita langsung dimata karena terdapat rasa gatal pada mata. Tindakan ini menyebabkan terjadinya luka halus pada selaput bola mata dan adenovirus dapat masuk. Virus yg masuk akan meyebabkan rasa gatal yang lebih hebat, dan biasanya akan ditekan/digosok kembali oleh penderita.

Masa masuknya virus hingga timbulnya gejala berkisar sekitar 5 – 12 hari. Gejala yang timbul biasanya bagian putih mata terlihat merah, keluar airmata yang banyak, rasa gatal, silau melihat cahaya terang dan rasa perih, serta biasasnya terkena pada kedua mata. Kadangkala kelenjar getah bening di depan telinga terasa membesar dan nyeri kalau dipegang, timbul pilek atau radang ringan disaluran nafas atas. Bila terdapat cairan mata bernanah, maka radang virus telah bertambah terinfeksi oleh kuman jenis lain dan perlu pengobatan oleh dokter.

Pada prinsipnya infeksi virus adalah penyakit yang akan sembuh sendiri tanpa diobati bila tidak terdapat infeksi dan kalau mata tidak ditekan/digosok. Ada beberapa kiat yang dapat diterapkan untuk mencegah penularan:

1. Penderita sakit mata merah:
a. Mata dilarang keras untuk digosok atau ditekan. Bila terdapat banyak air mata, sentuh ujung mata dengan tisu bersih agar cairan mata tidak menetes.
b. Cuci tangan dengan sabun sehabis menyentuh mata
c. Pisahkan kebutuhan pribadi seperti saputangan, bantal atau handuk dari orang lain
d. Pakai kaca mata warna hitam agar mata tidak silau.

2. Pada orang yang berinter aksi dengan penderita sakit mata:
a. Jangan memegang atau bertempelan pipi dengan penderita sakit mata merah.
b. Bila terpaksa memegang/dipegang, segera cuci tangan dengan sabun dan jangan menyentuh mata .
c. Jangan memegang/memakai milik pribadi penderita sakit mata merah.
d. Bila mata terasa gatal, upayakan jangan menggosok/menekan mata. Anda dapat menghilangkan rasa gatal dengan mengejapkan mata, mengusap kulit diatas alis atau menggerak-gerakkan kulit pipi dibawah mata.
»»  Baca Selengkapnya...

Penyebab Penyakit Mata Ikan Pada Kaki

Klavus atau mata ikan adalah penebalan kulit yang biasanya timbul di permukaan kaki, akibat tekanan dan gesekan terus menerus di bagian kaki. Selain mengganggu kenyamanan, mata ikan juga berhubungan dengan salah satu penyakit lain, salah satunya adalah gangguan saraf. Oleh sebab itu, mata ikan perlu ditangani dengan tepat.

Menurut dr.Irawati Hawari, Sp.S, spesialis saraf dari Mental health Center Hawari & Associates, Jakarta, mata ikan terjadi karena kelainan saraf pembuluh darah. Gejalanya, nyeri kronis dan luka. Kadang, nyeri ini diakibatkan gangguan saraf tepi. Mata ikan juga dapat merupakan penyakit yang timbul karena diabetes.

Sementara itu Riani Susanto, ND, CT, ahli naturopati di Jakarta, penyebab mata ikan antara lain adalah tumpuan berat tubuh tidak seimbang. Bisa pula karena infeksi bakteri streptococcus dan kebasaan tubuh tidak seimbang.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit  Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata  Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata  Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi


Karena itu ia menganjurkan untuk menjaga keseimbangan kadar asam basa dengan jus sayuran. Hindari makanan berminyak dan manis. Oleskan tree oil atau campuran vitamin E dengan bawang putih yang dihaluskan. Setelahnya, pakai kaus kaki 100 persen katun.

Untuk mencegah mata ikan timbul kembali, pakailah sepatu dengan bantalan telapak kaki yang baik, jaga berat badan ideal, dan pilih alas kaki yang sesuai.
»»  Baca Selengkapnya...

Obat Sakit Mata Pada Balita

Anakku yg nomor dua memang penuh cerita dari yang lahir dipaksa sampai dengan mata belekan. mertuaku bilang pasti sembuh, 40 hari pasti sembuh....tapi ternyata lewat 40 koq ga sembuh2...

aku rajin banget search di internet soal ini dan juga rajin nanya kanan kiri depan belakang soal ini, karena kasian banget dan mungkin orang lain ngeliatnya jijik karena mata bayi kita kotor terus, kalau memangis tambah parah sedangkan bayi ga mungkin ga nangis. ke dokter? 3 dokter sekaligus, 2 dokter spesialis dan 1 dokter umum (chinesse) hasilnya dokter spesialis anak yg pertama bilang kalau " ada kemungkinan bayi yang dilahirkan normal matanya kotor karena jalan lahir" ...anakku dikasi obat tetes mata dan obat anti alergi.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita


hasilnya "belum sembuh juga", yang ada malah jadi bertanya2 apa yang dimaksud oleh dia soal jalan lahir yang menyebabkan mata bayi belekan? apakah jalan lahirnya kotor? apa kena air ketuban yg kotor dan hal2 negatif lainnya. padahal selama ini yang aku jalanin normal2 saja dan biasa2 saja. dokter spesialis ke dua mengatakan " oh jalan air matanya tersumbat ditekan2 saja dekat pangkal hidung pakai kapas, dibersihkan pakai air hangat dari dalam ke luar dan diberikan obat tetes. hasilnya: belum juga dokter ketiga menyarankan sama dengan dokter nomor 2, membersihkan dengan air hangat dan juga obat tetes. hasilnya ya belum juga.

mungkin aku juga terlalu pengen sembuh instan ya, hari ini kedokter, besok harus sembuh ... :) saran dari tetangga dan teman mata bayi ditetes asi karena asi juga merupakan antibiotik alamiah. dan ini menjadi tentangan dari ortu akrena katanya anak tetangga mereka dahulu ditetsin asi matanya jadi buta. galau banget deh jadinya kalau begini caranya. Pokoknya yg aku usahain dibersihkan terus mata bayi entah pakai kapas / kain-handuk lembut yg dikasi air hangat supaya tetap terlihat bersih, walaupun kadang risih juga karena hampir setiap saat harus membawa2 handuk/kapas.

setelah putus asa banget, dan setelah baca lewat internet soal sebab2 mata belekan jadi tambah pesimis dan jadi ngeri ngebayangin bahwa memang mata belekan yg tiada henti itu bisa menyebabkan kebutaan jika belekan tersebut disebabkan oleh sipilis atau penyakit2 kelamin lainnya. walaupun aku yakin sehat dan walaupun aku yakin suamiku juga sehat, tetap aja perasaan bersalah menghantui. Akhirnya aku memberanikan diri untuk meneteskan ASi ke mata anakku, memang agak gambling tapi dari cerita sahabatku bahwa anaknya ga apa2 matanya ditetesin ASI aku jadi berani. ditetes Asi pada pagi hari dan dibersihkan dengan kain kasa / handuk lembut yang telah dicelupkan ke air hangat dan tak lupa diurut pelan dari pangkal hidung sd pangkal mata.

Alhamdulilah setelah usaha itu dan doa yang terus 2an dipanjatkan, mata anakku sembuh sebelah dan selang 2 minggu mata yg satunya juga sembuh. senangnya bukan main. meskipun anakku harus menunggu sampai 2 bulan lebih untuk sembuh aku masih sangat bersyukur atas kesembuhannya. aku ga tau dokter / konsultan kesehatan mana yg menganjurkan memakai ASI dalam hal penyembuhan sakit mata anak maupun penelitian soal ASI, namun aku sangat berterimakasih pada teman-teman yg bersedia sharing soal pengalamannya sehingga belek mata anakku sembuh total.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Pada Bayi, Jangan Dianggap Enteng, Ini Obatnya?

Jangan anggap enteng sakit mata pada bayi. Meski awalnya ringan, kalau tak ditangani, bisa bertambah parah.

Akhir-akhir ini Jakarta mulai terkena wabah sakit mata lagi. Bisa saja penyakit ini menimpa bayi kita. Bila menimpa bayi, tak jarang membuat hati ini waswas. Bagaimana pengobatannya yang tepat, itulah yang kerap membingungkan para orang tua. Apakah berbeda dengan pengobatan penyakit mata pada anak-anak yang lebih besar?

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita



Penyakit mata, papar dr. Enny Ridwan, SpM., yang ditandai mata berair, merah-merah, dan ada kotorannya, dapat disertai gatal-gatal dan rasa silau. Bisa pada satu bagian saja atau bahkan keduanya, bisa ringan-ringan saja, walaupun ada juga yang makin hari, makin parah. Yang ringan, terang spesialis mata dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, ini, bisa saja karena alergi. "Biasanya kalau karena alergi, intensitas merahnya sering terjadi, rasa gatalnya hebat, mata berair dan terasa silau. Gejalanya suka hilang-timbul. Biasanya terjadi pada pergantian musim."

Bila karena alergi, tambahnya, penyakit ini tak perlu diapa-apakan. Sebab, penyakit ini tak menular. "Alergi ini bisa disebabkan karena udara/polusi. Tentunya udara yang kotor dapat membuatnya merah." Hanya saja, kalau mata merah karena alergi ini sering dikucek, akan terjadi infeksi dan menyebabkan radang mata.

Selain itu, secara teoritis, alergi tak bisa dihilangkan. Kadang anak juga punya riwayat penyakit alergi lain, seperti sering pilek atau bersin bila kena debu, misal. "Makin besar usia anak biasanya akan lebih kuat.

Tapi tentunya pada setiap anak berbeda-beda kadarnya." Namun orang tua umumnya tak tahu apakah bayinya bermata merah karena alergi atau bukan. Itu sebab, saran Enny, orang tua perlu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan bila hendak memegang bayi.

TIGA PENYEBAB

Jika sakit matanya bertambah parah, harus segera datang ke dokter. Sebab, banyak kemungkinan bisa terjadi. Menurut Enny, yang paling sering karena penyakit gonorrhea, sumbatan saluran air mata, dan radang mata biasa.

Pada ketiga sakit mata tersebut, gejala awal yang terjadi sama. Akan tampak bagian putih mata (konjunctiva) memerah, ada air mata, dan kotoran. Selain itu, bayi jadi lebih rewel dari biasanya karena merasa sakit dan tak nyaman.

Jika sakit mata ini makin hari bertambah parah dan tak diobati, kumannya akan masuk ke bagian lebih dalam dari mata, yaitu ke kornea (daerah mata yang berwarna hitam) yang merupakan area penglihatan. Kuman tersebut bisa menyebabkan luka dan menimbulkan borok di bagian mata ini. "Jika kornea sudah terkena, maka harus hati-hati karena sudah mulai kritis. Jika tak ditangani, infeksi bisa masuk lebih dalam lagi, yaitu ke jaringan mata. Mata akan membusuk dan kemudian menciut, jadi tak berfungsi lagi dan harus dibuang." Kemungkinan lain, kumannya bisa menjalar ke otak karena letaknya berdekatan. Hingga, terjadilah meningitis dan ensefalitis.

1.Radang Mata Karena Gonorrhea

Penyakit ini disebabkan si ibu menderita penyakit kelamin, yaitu gonorrhea atau kencing nanah. Mungkin si ibu tertular di trimester ketiga kehamilannya. "Bayi tertular karena waktu lahir melewati jalan lahir. Pada jalan lahir yang banyak kuman ini, mata bayi bisa terinfeksi. Kalau kumannya ganas dan banyak, bayinya cepat terkena," papar Enny.

Biasanya bila bayi terkena penyakit ini, dalam sehari sudah tampak sakit matanya. Walau ada juga yang baru tampak di 3-4 hari setelah pulang dari RS. Ini karena masa inkubasi kumannya (mulai masuknya kuman sampai timbulnya gejala) sekitar 7 hari. Jadi, bisa saja sakit matanya baru tampak di hari kelima.

Gejalanya, kelopak mata dan konjunctiva (bagian putih mata) bengkak sekali dan berwarna merah. Kotoran mata banyak sekali dan mengandung nanah. Selain juga biasanya disertai demam. "Kalau matanya dibuka akan tampak belekan itu agak cair dan bisa juga mengering. Kualitas jumlah kotorannya lebih banyak dari sakit mata biasa. Mungkin dalam waktu sehari saja sudah kelihatan. Biasanya semakin hari semakin parah."

Pengobatannya dengan pemberian obat tetes mata atau salep. Sebelum memberikan obat mata, ibu harus sering membuang kotoran mata si bayi. Bersihkan dengan menggunakan kapas yang diberi air hangat. Caranya, usapkan kapas tersebut secara perlahan.

Selain dengan salep dan obat tetes, kini juga tersedia pengobatan dengan cara suntikan. "Bisa dibilang cara ini lebih ampuh. Biasanya dengan sekali suntik saja, penyembuhannya cepat. Minggu depannya sudah hilang. Juga bisa sembuh sempurna dan kembali bersih." Tapi kalau sudah terjadi borok di mata, maka bayi harus dirawat.

Hanya saja, kalau sakit mata karena penyebab gonorrhea ini tak ditangani atau diobati, bisa berakibat parah dan menimbulkan kebutaan. Untuk memastikan gejala ini karena penyebab gonorrhea, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Selain bayi yang menjalani pengobatan, si ibu pun ditangani. Bukankah ibu yang jadi sumber penyakitnya? "Biasanya si ibu akan dikirim ke bagian kulit dan kelamin."

2.Sumbatan Pada Saluran Air Mata

Waktu bayi baru lahir, organ-organnya sudah komplet dan sudah siap untuk hidup di dunia ini. Demikian pula saluran-saluran dalam matanya sudah harus cukup besar. "Cuma yang sering terjadi, salurannya belum tumbuh atau masih terlalu kecil. Bahkan ada katup yang harusnya sudah hilang, masih ada. Nah, semua ini jadi penyebab mata bayi berair terus," terang Enny.

Air mata yang dihasilkan kelenjar air mata harusnya mengalir ke pangkal tenggorok. Tapi karena jalannya terhambat, air matanya akan membludak dan banjir di bola matanya. Banjir air mata ini menyebabkan kuman yang sudah ada dan tak bermasalah di bola mata jadi beranak pinak. Apalagi air mata itu rasanya asin dan suhunya hangat karena suhu tubuh. "Keadaan ini menjadi tempat yang nyaman untuk kuman berkembang biak dan menimbulkan infeksi di mata." Akibatnya, timbullah belekan pada mata dan si bayi mengalami sakit mata.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika dan obat mata, baik salep atau obat tetes. Setelah itu dengan pemijatan pada kantung saluran air mata yang terletak di ujung bola mata dekat pangkal hidung. Geraknya secara lurus atau memutar, tergantung sebelah mana yang sakit. Upaya ini membantu melancarkan aliran air mata. "Jadi, kalau ada kotoran di dalam saluran matanya, tak menganggu. Juga, supaya membantu pertumbuhan saluran air matanya jadi lebar."

Umumnya, papar Enny, dengan pemijatan akan sembuh. Jika belum kunjung sembuh ditunggu sampai usia 9-10 bulan untuk dilakukan tindakan. "Bila perlu dilakukan "probing" (penusukan) saluran air mata."

3.Radang Mata Biasa

Umumnya, sakit mata ini paling sering ditemui pada usia bayi, anak, dan dewasa, yang disebut konjungtivitis atau radang mata. Penyebabnya, kuman. Bisa juga berawal dari alergi debu, lalu anak menguceknya, hingga terjadi infeksi kuman. "Sifat sakit mata ini menular lewat sentuhan atau senggolan. Bukan lewat pandangan mata seperti anggapan kebanyakan orang

Gejalanya: mata merah di bagian putih bola matanya, ada belekan, disertai gatal-gatal dan merasa silau. Kadang belekan sedemikian banyak, hingga kelopak mata sulit dibuka, terutama waktu bangun pagi.

Karena sakit mata ini menular, saran Enny, kalau dalam satu keluarga ada anggota keluarga yang terkena radang mata, harus diisolasi supaya tak menularkan pada yang lain. "Jangan mencium-cium atau pegang-pegang bayi, nanti bisa ketularan. Ibu yang mengobati bayinya harus selalu cuci tangan, seperti halnya prinsip umum memegang bayi. Karena penularan yang terjadi bisa lewat sentuhan." Jadi, pencegahannya bukan dengan obat tetes mata, tapi dengan menjaga kebersihan, ya, Bu-Pak.
»»  Baca Selengkapnya...

Cara Mengobati Penyakit Mata Ikan di Kaki

Kutil dan mata ikan sering menyerang pada kaki, tangan dan jemari. Beberapa orang menyebutnya caplak. Penyakit ini terdengar kampungan dan kurang elit, karena itu seseorang yang terkena mata ikan dan atau kutil biasanya malu dan hanya didiamkan saja. Padaha jika hanya didiamkan nantinya akan membesar dan rasa percaya diri akan berkurang. Jika ada mata ikan ditelapak tangan rasanya sungkan untuk salaman karena ada menonjol ditangan, atau sakit untuk berjalan karena caplaknya ada ditelapak kaki. *curhat seseorang hehehe*.

Penyakit Mata Ikan, Penyakit Mata Merah, Penyakit Mata Belekan, Penyakit Mata Menular, Penyakit Mata Silinder, Penyakit Mata Glaukoma, Penyakit Mata Kucing, Penyakit Mata Belek, Penyakit Mata Katarak, Penyakit Mata Pada Bayi

Kenapa ini terjadi? Bagaimana menghilangkannya?
Penyakit ini ternyata disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Virus HPV ini ada beberapa macam ada yang menyerang kaki (HPV-1) dan tangan (HPV-2), khusus untuk HPV jenis lain seperti yang menyerang servik, dan alat kelamin (genital) tidak saya bahas kerena agak serem topiknya.

Mengobati kutil dan mata ikan biasanya dengan obat Collomack®, kandungannya asam salisilat 40%. Asam salisilat berfungsi mengikis lapisan epidermis sehingga lapisan kulit menjadi tipis, sampai akar mata ikan sehingga hilang. Namun sejak Collomack tidak diproduksi lagi penderita kutil/ mata ikan kesulitan mengobatinya. Sekarang juga ada yang membuat formula seperti Collomack, namanya Callusol® (kandungannya hampir sama dengan Collomack). *bukan promosi obat kutil dan mata ikan*. Harganya tidak mahal.

Saya punya mata ikan dikaki tapi ukuranya udah gede, apakah mempan pake obat diatas?

Sebaiknya mata ikan dan kutil tidak dibiarkan, jika mata ikannya masih kecil bisa diobati dengan asam salisilat 40% namun jika mata ikan sudah sebesar koin sebaiknya segeralah kedokter, minta dilakukan minor surgery (operasi kecil) tidak perlu takut kok hanya dibius lokal sedikit, lapisan tebal tersebut akan diangkat dan setelah dikasih obat akan diperban agar lukanya kering dan sembuh. Bisa lompat-lompat lagi hehehe. Kalo mau tahu lebih detail mengenai mata ikan (Plantar Wart) kesini aja deh.

Tips 1: Jika ingin menggunakan obat ini sebaiknya rendam dulu kaki atau tangan atau jemari selama 15-30 menit agar lapisannya tidak keras lalu sikat dengan lembut bagian yang terkena caplak, setelah itu oles dengan obat asam salisilat 40%. Beberapa merek selain obat diatas memberikan ring bentuk bulat agar obatnya tidak melebar.

Tips 2:Rajin pake lotion biar tetap moist dan buat pria tidak ada salahnya menggunakan lotion untuk menjaga kaki tetap sehat, tidak kering dan pecah-pecah.

Rawat kaki indahmu :D

»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Ikan dan Obat Sakit Mata Ikan

Penyakit mata ikan atau dalam istilah kedokteran disebut clavus adalah semacam tumor jinak yang biasanya tumbuh pada kulit permukaan kaki. Bentuk mata ikan itu sendiri biasanya bulat dan berwarna putih persis seperti mata ikan beneran.

Ada beberapa pendapat yang menyebutkan penyebab timbulnya sakit mata ikan ini. Pendapat pertama yaitu mata ikan timbul disebabkan oleh virus yang kemudian masuk diantara kulit dan daging kemudian merusak jaringan bawah kulit sehingga makin lama makin mengeras dan membesar. Pendapat kedua adalah seringnya penggunaan alas kaki (sepatu) yang terlalu sempit dalam jangka waktu lama sehingga terjadi penekanan di titik-titik tertentu pada kaki, dari penekanan ini apabila dibiarkan dan berlangsung lama akan menimbulkan pengerasan pada bagian kaki yang tertekan tersebut.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Pengobatan mata ikan bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampang kalau kita tahu cara yang tepat dan susah kalau kita tidak tahu dan sembarangan dalam menangani mata ikan ini. Kadang kita menyepelekan mata ikan yang tumbuh di kaki saat masih kecil tapi setelah besar dan mulai menggangu aktifitas kita ( susah jalan misalnya) kita baru sibuk untuk mencari tahu bagaimana pengobatan mata ikan ini.

Pengobatan mata ikan yang saya anggap paling tokcer untuk saat ini adalah bedah cauter.

Tips supaya kita terhindar dari mata ikan antara lain memakai alas kaki (sepatu) yang cukup (tidak terlalu sempit) pastikan kaki nyaman memakainya, selalu ganti secara rutin kaos kaki anda, selalu jaga kebersihan kaki kalau perlu secara rutin dilakukan perawatan yang lebih intensif lagi.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Saya punya istri umur 23th, skrng lagi hamil 7 bulan. allhamdulillah kehamilannya sehat2 aja. stlh sblmnya sempat kegu2ran.

yang membuat saya bingung adalah skrng dia lg sakit mata, ada pengaruhnya nggak ama anak kami?
obat ap yang bagus n ga berpengaruh ama janin nya?
tolong ya...........

---------------------------------------------------------------
Respon

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Sakit mata pada ibu hamil
Malam pak Ivan..Apa yang dmaksud sakit mata itu kalau orang Jawa bilang sakit belek? Kalau iya sebaikny bpk bawa istri k dokter kandungannya saja,biar dktr yg kasih tau obat mana yg aman bt ibu hamil. Tapi ada cara tradisional yaitu mata yg sakit direndam/dicuci dalam air,rebusan daun sirih. Moga2 cpt sembuh ya pak..
»»  Baca Selengkapnya...