Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi, Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak, Sakit Mata Pada Balita
Tampilkan postingan dengan label Sakit Mata Belekan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sakit Mata Belekan. Tampilkan semua postingan

Obat Tradisional Sakit Mata Yang Manjur

Anda pasti tidak ingin seperti Tobi-kan? Sampai ribuan kalipun diobati matanya pasti tetap merah. Hehehe….

Daya tahan tubuh sangat mempengaruhi mata dalam menghalau penyakit-penyakit yang menyerangnya. Daya tahan tubuh bagus, biasanya mata selalu selamat. Satu lagi, sering-sering cuci tangan dan yang paling penting jangan ucek mata/sentuh mata biar sebentar saja.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita



Bila mata gatal karena kelilipan, pejamkan saja mata, tahan sebentar sampai air matanya keluar, biasanya debu/benda kecil yang masuk akan keluar sendiri bersama air mata tsb. Sakit mata itu katanya lagi menular lewat cairan. Jika bersalaman dengan orang sakit mata, berikan segera tangan sebelum beraktivitas yang lain.

Tidak ada salahnya bila kita mencoba obat tradisional jika mengalami sakit mata. Cobalah tops berikut:

Petik secukupnya beberapa lembar daun sirih.
Kemudian rendam daun sirih dalam air panas.
Tunggu sampai rendaman sampai hangat ataupun dingin.
Celupkan mata anda ke dalam rendaman beberapa kali.

Semoga bermanfaat.
»»  Baca Selengkapnya...

Cara Memelihara Kesehatan Mata Anda

Pemeriksaan kesehatan mata rutin minimal dua tahun sekali dapat membantu mencegah hilangnya penglihatan dan mendeteksi penyakit sistemik seperti diabetes. Sayang, banyak yang mengabaikannya.

Mata adalah jendela hati. Rasa sedih atau bahagia bisa berawal dari pandangan mata. Kita mengenal konsep indah, serasi, warna dan bentuk juga tak lepas dari peran indra penglihatan.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak mengindahkan anjuran memeriksakan kesehatan mata secara rutin minimal enam bulan sekali.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Jangankan melakukan pemeriksaan mata sebagai langkah pencegahan, mereka yang sudah memiliki gangguan penglihatan pun acapkali malas untuk berkunjung ke dokter.

Hal ini juga terjadi di Amerika, seperti yang dilaporkan dalam sebuah survei terbaru di negara adidaya tersebut. Berdasarkan survei yang dilakukan American Optometric Association, orang yang memakai kacamata ataupun lensa kontak terbilang cukup banyak, yakni 81 persen dari keseluruhan populasi. Ironisnya, 1 dari 5 orang mengaku sudah lebih dari dua tahun tidak berkunjung ke dokter mata. Kondisi ini dapat memburuk, terutama pada mereka yang tidak menggunakan lensa pengoreksi (corrective lens), semisal pada masalah mata minus atau plus.

Pada kelompok ini, 3 dari 5 orang mengaku belum melakukan uji penglihatan selama lebih dari dua tahun. Para dokter meyakini hal tersebut disebabkan mayoritas gangguan penglihatan tampak tidak jelas dan karena orang umumnya tidak menjadwalkan kunjungan ke dokter mata sebagai sesuatu yang rutin. "Ya, mungkin kita sibuk. Sebagian besar dari kita mungkin memiliki penglihatan yang bagus sehingga kita merasa baik-baik saja, tidak ada masalah apa pun. Kenyamanan inilah yang kerap membuat kita terlalu berpuas diri," ungkap ahli mata dari the University of California di San Francisco, Amerika, Dr Andrew Iwach, yang juga bertindak selaku juru bicara American Academy of Ophthalmology.

Survei yang dilakukan American Academy of Ophthalmology kian menguatkan asumsi tersebut. Hanya 28 persen orang yang disurvei yang merasa bahwa dirinya memiliki risiko terkena penyakit mata tertentu, dan hanya 23 persen yang menaruh perhatian akan kekhawatiran kehilangan penglihatan. Ahli optometri dari Brainerd Minn, Dr Kerry Beebe, mengungkapkan, deteksi dini gangguan mata amatlah penting.

Pasalnya, manakala seseorang menyadari dirinya telah kehilangan penglihatannya, biasanya sudah terlambat untuk mengejar kesempatan mendapatkan pengobatan. Selama ini kebanyakan orang beralasan bahwa penglihatannya tidak bermasalah, mata tidak sakit dan terlihat baik-baik saja. "Mereka tidak menyadari bahwa banyak sekali penyakit mata yang tidak memunculkan gejala pada stadium awalnya," tandas Beebe yang juga seorang juru bicara di American Optometric Association. Sebagai contoh adalah kasus hilangnya penglihatan pada penderita glaukoma, suatu penyakit yang merusak saraf optik (saraf mata) dan mengakibatkan penyempitan lapang pandang. Umumnya penderita baru menyadari adanya blindspot (titik buta) saat kerusakan serabut saraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut saraf rusak, kebutaan total tak terhindarkan.

"Bersamaan Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal, sesungguhnya telah terjadi penurunan fungsi penglihatan yang nyata yang dapat mengarah pada hilangnya penglihatan," kata Iwach. "Namun jika kita sigap menanganinya lebih awal, banyak hal yang masih bisa diselamatkan," imbuhnya seraya mengungkapkan bahwa pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu mendeteksi kemungkinan terjadinya gangguan mata tersebut. "Mata adalah organ yang unik, di mana kami dapat melihat pembuluh darah, nadi dan saraf secara jelas, bahkan hingga ke bagian belakang mata dan saraf optik. Melalui pemeriksaan mata, kita juga dapat mengetahui kemungkinan adanya penyakit sistemik," tutur Iwach.

Ia mencontohkan, sejumlah gangguan mata dapat merupakan penanda awal dari diabetes. Dalam dunia kedokteran dikenal istilah retinopati diabetika, di mana pembuluh darah retina yang rusak akibat diabetes bisa mengalami kebocoran yang menyebabkan pembengkakan retina. Pada keadaan lebih lanjut bisa terjadi perdarahan dan pertumbuhan jaringan ikat di dalam bola mata. Jika dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Sebagai langkah pencegahan, The American Optometric Association merekomendasikan orang dewasa untuk mengecek kondisi kesehatan mata setidaknya setiap dua tahun sekali. Ini penting dilakukan sekalipun tidak ada keluhan penglihatan apa pun.

Sementara bayi dan anak-anak harus dicek kesehatan matanya pada usia 6 bulan, 3 tahun, sebelum masuk SD, dan selanjutnya setiap dua tahun sekali. Survei yang dilakukan The American Optometric Association mengungkap bahwa 8 dari 10 anak tidak pernah mendapatkan pemeriksaan mata hingga menginjak usia setahun. "Orang tua mungkin melihatnya baik-baik saja, anaknya tidak mengeluh apa pun, jadi tidak masalah. Padahal, perlu diingat bahwa anak usia setahun belum memiliki acuan atau perbandingan objek apa saja yang seharusnya dapat mereka lihat. Jadi, kalaupun ada sesuatu yang salah, mereka tidak akan mengatakannya karena tidak tahu," papar Beebe.

Bagi Anda yang mulai menginjak usia 40, panduan terbaru dari the American Academy of Ophthalmology juga menyarankan kunjungan ke dokter spesialis mata (ahli opthalmology) setidaknya sekali. Menurut Iwach, hasil konsultasi dan tes mata ini dapat mengungkapkan kemungkinan adanya faktor risiko gangguan penglihatan, terutama yang rentan dialami pada usia senja seperti halnya katarak.
»»  Baca Selengkapnya...

Cara Menghindari Ketularan Dari Sakit Mata

Bila mata Anda terlihat menjadi merah muda, terasa perih dan mengeluarkan air, Anda mungkin menderita sakit mata konjungtivitis, infeksi mata yang paling menular. Jika tidak diobati secara khusus penyakit ini akan menularkan ke orang lain.

Sakit mata mudah sekali menularnya. Satu orang saja yang di ruangan ada yang terkena sakit mata, risiko tertularnya sangat tinggi. Jika Anda atau ada orang yang menderita sakit mata seharusnya berada di rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar agar tidak menulari orang lain.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata  Pada Bayi,       Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata   Pada Anak, Sakit       Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata  Bayi,  Sakit Mata  Anak,      Sakit Mata Pada Balita

Penyakit mata biasanya diakibatkan oleh infeksi dari bakteri, jamur atau virus. Infeksi ini dapat terjadi di berbagai bagian mata dan bisa mempengaruhi keduanya atau hanya salah satu mata saja.

Gejala dari infeksi mata ini mencakup kemerahan, gatal, bengkak, banyaknya kotoran mata yang keluar (belekan), nyeri dan sakit serta bermasalah dengan penglihatan.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebab infeksinya, perawatan yang diberikan biasanya meliputi kompres, obat tetes mata, salep atau antibiotik. Hal yang membuat sakit mata lama untuk sembuh karena adanya infeksi kedua yang biasanya disebabkan oleh kuman atau bakteri.

Penyakit mata yang paling mudah menular adalah penyakit konjungtivitis, yaitu iritasi akibat adanya infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Hal ini disebabkan virusnya ada dimana-mana dan bisa berterbangan di udara.

Penyakit mata sangat mudah menular, semua peralatan yang digunakan dan disentuh oleh penderita bisa menjadi sumber penularan sakit mata. Karena virus ini sangat mudah menyebar di udara, sebaiknya penderita sakit mata tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

Seperti dikutip dari eHow, Selasa (23/2/2010), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar terhindar dari sakit mata, yaitu:

1. Menghindari menyentuh mata setelah bepergian atau menyentuh barang-barang orang yang sakit mata. Biasakan untuk selalu mencuci tangan terlebih dahulu atau menggunakan cairan pembersih tangan sebelum menyentuh mata.

2. Menghindari berbagi barang pribadi seperti handuk, kacamata, sapu tangan, perias mata atau lensa kontak dengan orang lain.

3. Sebaiknya tidak mengucek-ucek mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu untuk mencegah goresan mata dan infeksi dari kuman yang mungkin menempel di tangan, karena tangan tidak selalu berada dalam kondisi steril.

4. Menggunakan pelindung mata seperti kacamata jika berada di tempat-tempat yang berisiko tertular sakit mata atau jika sedang mengendarai sepeda motor agar tidak terkena debu atau angin yang dapat menyebabkan iritasi.

5. Memperhatikan kebersihan dari kacamata atau lensa kontak yang digunakan.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Pada Bayi, Jangan Dianggap Enteng, Ini Obatnya?

Jangan anggap enteng sakit mata pada bayi. Meski awalnya ringan, kalau tak ditangani, bisa bertambah parah.

Akhir-akhir ini Jakarta mulai terkena wabah sakit mata lagi. Bisa saja penyakit ini menimpa bayi kita. Bila menimpa bayi, tak jarang membuat hati ini waswas. Bagaimana pengobatannya yang tepat, itulah yang kerap membingungkan para orang tua. Apakah berbeda dengan pengobatan penyakit mata pada anak-anak yang lebih besar?

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita



Penyakit mata, papar dr. Enny Ridwan, SpM., yang ditandai mata berair, merah-merah, dan ada kotorannya, dapat disertai gatal-gatal dan rasa silau. Bisa pada satu bagian saja atau bahkan keduanya, bisa ringan-ringan saja, walaupun ada juga yang makin hari, makin parah. Yang ringan, terang spesialis mata dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, ini, bisa saja karena alergi. "Biasanya kalau karena alergi, intensitas merahnya sering terjadi, rasa gatalnya hebat, mata berair dan terasa silau. Gejalanya suka hilang-timbul. Biasanya terjadi pada pergantian musim."

Bila karena alergi, tambahnya, penyakit ini tak perlu diapa-apakan. Sebab, penyakit ini tak menular. "Alergi ini bisa disebabkan karena udara/polusi. Tentunya udara yang kotor dapat membuatnya merah." Hanya saja, kalau mata merah karena alergi ini sering dikucek, akan terjadi infeksi dan menyebabkan radang mata.

Selain itu, secara teoritis, alergi tak bisa dihilangkan. Kadang anak juga punya riwayat penyakit alergi lain, seperti sering pilek atau bersin bila kena debu, misal. "Makin besar usia anak biasanya akan lebih kuat.

Tapi tentunya pada setiap anak berbeda-beda kadarnya." Namun orang tua umumnya tak tahu apakah bayinya bermata merah karena alergi atau bukan. Itu sebab, saran Enny, orang tua perlu menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan bila hendak memegang bayi.

TIGA PENYEBAB

Jika sakit matanya bertambah parah, harus segera datang ke dokter. Sebab, banyak kemungkinan bisa terjadi. Menurut Enny, yang paling sering karena penyakit gonorrhea, sumbatan saluran air mata, dan radang mata biasa.

Pada ketiga sakit mata tersebut, gejala awal yang terjadi sama. Akan tampak bagian putih mata (konjunctiva) memerah, ada air mata, dan kotoran. Selain itu, bayi jadi lebih rewel dari biasanya karena merasa sakit dan tak nyaman.

Jika sakit mata ini makin hari bertambah parah dan tak diobati, kumannya akan masuk ke bagian lebih dalam dari mata, yaitu ke kornea (daerah mata yang berwarna hitam) yang merupakan area penglihatan. Kuman tersebut bisa menyebabkan luka dan menimbulkan borok di bagian mata ini. "Jika kornea sudah terkena, maka harus hati-hati karena sudah mulai kritis. Jika tak ditangani, infeksi bisa masuk lebih dalam lagi, yaitu ke jaringan mata. Mata akan membusuk dan kemudian menciut, jadi tak berfungsi lagi dan harus dibuang." Kemungkinan lain, kumannya bisa menjalar ke otak karena letaknya berdekatan. Hingga, terjadilah meningitis dan ensefalitis.

1.Radang Mata Karena Gonorrhea

Penyakit ini disebabkan si ibu menderita penyakit kelamin, yaitu gonorrhea atau kencing nanah. Mungkin si ibu tertular di trimester ketiga kehamilannya. "Bayi tertular karena waktu lahir melewati jalan lahir. Pada jalan lahir yang banyak kuman ini, mata bayi bisa terinfeksi. Kalau kumannya ganas dan banyak, bayinya cepat terkena," papar Enny.

Biasanya bila bayi terkena penyakit ini, dalam sehari sudah tampak sakit matanya. Walau ada juga yang baru tampak di 3-4 hari setelah pulang dari RS. Ini karena masa inkubasi kumannya (mulai masuknya kuman sampai timbulnya gejala) sekitar 7 hari. Jadi, bisa saja sakit matanya baru tampak di hari kelima.

Gejalanya, kelopak mata dan konjunctiva (bagian putih mata) bengkak sekali dan berwarna merah. Kotoran mata banyak sekali dan mengandung nanah. Selain juga biasanya disertai demam. "Kalau matanya dibuka akan tampak belekan itu agak cair dan bisa juga mengering. Kualitas jumlah kotorannya lebih banyak dari sakit mata biasa. Mungkin dalam waktu sehari saja sudah kelihatan. Biasanya semakin hari semakin parah."

Pengobatannya dengan pemberian obat tetes mata atau salep. Sebelum memberikan obat mata, ibu harus sering membuang kotoran mata si bayi. Bersihkan dengan menggunakan kapas yang diberi air hangat. Caranya, usapkan kapas tersebut secara perlahan.

Selain dengan salep dan obat tetes, kini juga tersedia pengobatan dengan cara suntikan. "Bisa dibilang cara ini lebih ampuh. Biasanya dengan sekali suntik saja, penyembuhannya cepat. Minggu depannya sudah hilang. Juga bisa sembuh sempurna dan kembali bersih." Tapi kalau sudah terjadi borok di mata, maka bayi harus dirawat.

Hanya saja, kalau sakit mata karena penyebab gonorrhea ini tak ditangani atau diobati, bisa berakibat parah dan menimbulkan kebutaan. Untuk memastikan gejala ini karena penyebab gonorrhea, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Selain bayi yang menjalani pengobatan, si ibu pun ditangani. Bukankah ibu yang jadi sumber penyakitnya? "Biasanya si ibu akan dikirim ke bagian kulit dan kelamin."

2.Sumbatan Pada Saluran Air Mata

Waktu bayi baru lahir, organ-organnya sudah komplet dan sudah siap untuk hidup di dunia ini. Demikian pula saluran-saluran dalam matanya sudah harus cukup besar. "Cuma yang sering terjadi, salurannya belum tumbuh atau masih terlalu kecil. Bahkan ada katup yang harusnya sudah hilang, masih ada. Nah, semua ini jadi penyebab mata bayi berair terus," terang Enny.

Air mata yang dihasilkan kelenjar air mata harusnya mengalir ke pangkal tenggorok. Tapi karena jalannya terhambat, air matanya akan membludak dan banjir di bola matanya. Banjir air mata ini menyebabkan kuman yang sudah ada dan tak bermasalah di bola mata jadi beranak pinak. Apalagi air mata itu rasanya asin dan suhunya hangat karena suhu tubuh. "Keadaan ini menjadi tempat yang nyaman untuk kuman berkembang biak dan menimbulkan infeksi di mata." Akibatnya, timbullah belekan pada mata dan si bayi mengalami sakit mata.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika dan obat mata, baik salep atau obat tetes. Setelah itu dengan pemijatan pada kantung saluran air mata yang terletak di ujung bola mata dekat pangkal hidung. Geraknya secara lurus atau memutar, tergantung sebelah mana yang sakit. Upaya ini membantu melancarkan aliran air mata. "Jadi, kalau ada kotoran di dalam saluran matanya, tak menganggu. Juga, supaya membantu pertumbuhan saluran air matanya jadi lebar."

Umumnya, papar Enny, dengan pemijatan akan sembuh. Jika belum kunjung sembuh ditunggu sampai usia 9-10 bulan untuk dilakukan tindakan. "Bila perlu dilakukan "probing" (penusukan) saluran air mata."

3.Radang Mata Biasa

Umumnya, sakit mata ini paling sering ditemui pada usia bayi, anak, dan dewasa, yang disebut konjungtivitis atau radang mata. Penyebabnya, kuman. Bisa juga berawal dari alergi debu, lalu anak menguceknya, hingga terjadi infeksi kuman. "Sifat sakit mata ini menular lewat sentuhan atau senggolan. Bukan lewat pandangan mata seperti anggapan kebanyakan orang

Gejalanya: mata merah di bagian putih bola matanya, ada belekan, disertai gatal-gatal dan merasa silau. Kadang belekan sedemikian banyak, hingga kelopak mata sulit dibuka, terutama waktu bangun pagi.

Karena sakit mata ini menular, saran Enny, kalau dalam satu keluarga ada anggota keluarga yang terkena radang mata, harus diisolasi supaya tak menularkan pada yang lain. "Jangan mencium-cium atau pegang-pegang bayi, nanti bisa ketularan. Ibu yang mengobati bayinya harus selalu cuci tangan, seperti halnya prinsip umum memegang bayi. Karena penularan yang terjadi bisa lewat sentuhan." Jadi, pencegahannya bukan dengan obat tetes mata, tapi dengan menjaga kebersihan, ya, Bu-Pak.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Ikan dan Obat Sakit Mata Ikan

Penyakit mata ikan atau dalam istilah kedokteran disebut clavus adalah semacam tumor jinak yang biasanya tumbuh pada kulit permukaan kaki. Bentuk mata ikan itu sendiri biasanya bulat dan berwarna putih persis seperti mata ikan beneran.

Ada beberapa pendapat yang menyebutkan penyebab timbulnya sakit mata ikan ini. Pendapat pertama yaitu mata ikan timbul disebabkan oleh virus yang kemudian masuk diantara kulit dan daging kemudian merusak jaringan bawah kulit sehingga makin lama makin mengeras dan membesar. Pendapat kedua adalah seringnya penggunaan alas kaki (sepatu) yang terlalu sempit dalam jangka waktu lama sehingga terjadi penekanan di titik-titik tertentu pada kaki, dari penekanan ini apabila dibiarkan dan berlangsung lama akan menimbulkan pengerasan pada bagian kaki yang tertekan tersebut.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Pengobatan mata ikan bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampang kalau kita tahu cara yang tepat dan susah kalau kita tidak tahu dan sembarangan dalam menangani mata ikan ini. Kadang kita menyepelekan mata ikan yang tumbuh di kaki saat masih kecil tapi setelah besar dan mulai menggangu aktifitas kita ( susah jalan misalnya) kita baru sibuk untuk mencari tahu bagaimana pengobatan mata ikan ini.

Pengobatan mata ikan yang saya anggap paling tokcer untuk saat ini adalah bedah cauter.

Tips supaya kita terhindar dari mata ikan antara lain memakai alas kaki (sepatu) yang cukup (tidak terlalu sempit) pastikan kaki nyaman memakainya, selalu ganti secara rutin kaos kaki anda, selalu jaga kebersihan kaki kalau perlu secara rutin dilakukan perawatan yang lebih intensif lagi.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Saya punya istri umur 23th, skrng lagi hamil 7 bulan. allhamdulillah kehamilannya sehat2 aja. stlh sblmnya sempat kegu2ran.

yang membuat saya bingung adalah skrng dia lg sakit mata, ada pengaruhnya nggak ama anak kami?
obat ap yang bagus n ga berpengaruh ama janin nya?
tolong ya...........

---------------------------------------------------------------
Respon

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Sakit mata pada ibu hamil
Malam pak Ivan..Apa yang dmaksud sakit mata itu kalau orang Jawa bilang sakit belek? Kalau iya sebaikny bpk bawa istri k dokter kandungannya saja,biar dktr yg kasih tau obat mana yg aman bt ibu hamil. Tapi ada cara tradisional yaitu mata yg sakit direndam/dicuci dalam air,rebusan daun sirih. Moga2 cpt sembuh ya pak..
»»  Baca Selengkapnya...

Obat Sakit Mata Pada Anak Usia 2 Tahun

Kira-kira seminggu yang lalu anak saya yang berumur 2 tahun 5 bulan sakit mata akibat tertular dengan anak tetangga temen mainnya. Langsung saya carikan obat sakit mata untuk anak yang tidak pedih dimata ternyata dari apotik mereferensikan saya Cendo aduh maav yah tapi saya lupa nama depannya xitrol atau finol.

Sebelum sembuh sakit matanya akhrinya menular ke adiknya anak saya nomer dua yang baru berumur dua bulan, spontan saya dan istri saya bingung obat apa yang cocok buat anak saya yang baru berumur dua bulan itu. mampir sana sini, tannya sana sini ketemu mbah google. mbah kasih referensi kasih aja Air Susu Ibu (ASI)
kalau bayi sakit mata ditetes aja beberapa kali dalam waktu 2 sampai 4 hari sudah bersih lagi alias sembuh.

Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,      Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit      Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,      Sakit Mata Pada Balita


Benar saja langsung saya praktekan dengan memberikan beberapa tetes ASI Uminya, Alhamdulillah sembuh dalam waktu 2 sampai 4 hari itu, tapi seperti biasa sebelum sembuh Uminya yang tertular dan langsung diobati dengan cendo kalao Uminya.

Caranya gampang bersihkan tangan dengan air hangat lalu peras ASI dan taruh di jari kemudian teteskan ke mata bayi. mudah kan.
»»  Baca Selengkapnya...

Obat Sakit Mata Belekan dan Solusi Pengobatannya

Mata merah atau belekan merupakan penyakit yang tidak pandang usia. Anak kecil hingga orang tua bisa terkena penyakit ini. Belekan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, dan terkadang virus tersebut juga ditunggangi oleh kuman sehingga terjadi infeksi pada bagian mata. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak, bahkan ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya, karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak matanya. Sehingga pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata.
Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,    Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit    Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,    Sakit Mata Pada Balita
Penyakit ini sangat menular, media penularannya biasanya melalui benda-benda yang dipakai atau bersentuhan dengan mata si penderita, seperti kacamata, handuk, sapu tangan, dll. Bahkan penularannya juga bisa melalui jari tangan, apabila si penderita mengusap matanya dengan tangan, sehingga tangannya tercemar virus. Sehingga tidak mengherankan, apabila ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ini, maka anggota keluarga yang lain akan sangat mudah tertular.

Si penderita untuk sementara harus berhenti beraktivitas, seperti sekolah dan bekerja. Karena virus ini dapat bertebaran di udara dan bisa hingga di mana saja, dan kondisi lingkungan yang berdebu dan berpolusi dapat memperparah penyakit dan bisa membahayakan orang di sekitarnya.

Pengobatan
Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun, jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian, diperlukan antibiotika. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan.

Ada dua macam obat untuk penyakit ini, salep dan tetes. Untuk penyakit infeksi mata yang berat, daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya, obat berbentuk salep lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata dibandingkan dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir keluar lagi bersama air mata. Sehingga obat tetes lebih sering dipakai daripada obat berbentuk salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali. Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai bulu mata. Caranya mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.

Belilah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter, karena obat mata yang ada dipasaran belum bisa sampai membunuh bibit-bibit penyakitnya dan tidak semua penyakit mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.

Pencegahan
Virus penyakit ini biasanya ada di tempat-tempat yang kumuh, seperti percikan air banjir. Hindari memegang dan mengucek mata jika terasa gatal. Dan hindari juga kontak langsung dengan si penderita.

Biasakan hidup sehat dan bersih.
Mencegah lebih baik daripada mengobati.
»»  Baca Selengkapnya...

Sakit Mata Pada Bayi Baru Lahir Datang dari Kelamin Ibunya

Banyak mitos menyesatkan tentang penyakit mata yang tak jarang menjerumuskan penderita. Mengobati sendiri penyakit mata tak selalu aman dan perlu diwaspadai, karena tidak semua kelainan dan penyakit mata sama obatnya. Jika ada keluhan sebaiknya konsultasi langsung ke dokter. Mitos salah tentang penyakit mata seperti dibawah ini;
Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,    Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit    Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,    Sakit Mata Pada Balita

1. Penyakit mata merah disebabkan oleh debu
Tidak selalu benar. Lebih sering mata merah disebabkan oleh bibit penyakit. Kita mencurigai mata merah sebagai infeksi jika terjadi dalam musim-musim tertentu dimana banyak orang yang terkena mata merah. Bisa jadi sudah terjadi wabah mata merah di suatu kota atau wilayah.

Namun, bisa juga mata merah disebabkan oleh debu. Debu, pasir, kotoran, sabun mandi, dapat menimbulkan mata merah. Namun perlu dibedakan dengan mata merah sebab infeksi.

Pada mata merah infeksi, selain gatal, rasa tidak enak mengganjal seperti ada pasir, banyak mengeluarkan airmata, dan merahnya mata semakin hari semakin bertambah. Mungkin disertai pembengkakan kelopak mata, dan waktu bangun tidur mata rapat, banyak kotoran mata (belekan).

Mata merah sebab debu biasanya tidak belekan, jarang membengkak, dan merahnya semakin hari cenderung semakin pudar dan bisa mereda sendiri. Mata merah infeksi sukar menyembuh sendiri tanpa obat. Penyakit infeksi mata bisa saja tidak harus menimbulkan mata merah. Orang-orang menyebutnya penyakit infeksi mata putih. Yang merah bagian dalam kelopak matanya (conjunctiva palpebra), bukan putih matanya. Penyebabnya juga infeksi bibit pernyakit, mulai dari virus, kuman, sampai jamur.

2. Bintitan sebab sering mengintip
Tidak benar. Bukan sebab sering mengintip orang jadi bintitan. Ini juga tergolong infeksi mata. Bedanya dengan penyakit mata merah, bibit penyakitnya bersarang bukan di bola mata atau selaput lendir kelopak mata, melainkan di kelenjar-kelenjar yang ada di kelopak mata. Kita tahu di kelopak mata terdapat beberapa kelenjar, seperti kelenjar airmata, kelenjar minyak pembasah bulu mata. Jika kelenjar ini dimasuki bibit penyakit, maka akan terbentuk bisul. Bisul kelenjar ini yang menimbulkan penyakit bintit (hordeolum).

Bintit tidak boleh dibiarkan berlama-lama tanpa pengobatan. Kenapa? Oleh karena jika bisulnya sudah telanjur membatu, sukar mengempis kembali kendati diobati. Terlambat mengobati bintit, memerlukan tindakan operasi untuk membuang batu bisulnya.

3. Penyakit rabun jauh dapat diobati dengan banyak makan wortel
Salah. Kita tahu, penyakit rabun jauh disebabkan oleh tidak tepatnya bayangan jatuh pada retina (layar bola mata). Pada kelainan mata myopia begini, bayangan yang kita lihat jatuhnya di depan retina. Keadaan ini dapat disebabkan oleh kelainan kornea (hitam mata), gangguan lensa, atau sumbu bola mata.

Bola mata yang kelewat besar (seperti anak-anak sekarang), menjadikan sumbu bola mata lebih panjang dari normal. Itu yang membuat bayangan yang kita lihat selalu jatuh di depan retina, sehingga bayangan tidak tampak jelas, melainkan samar-samar ketika sedang melihat jauh. Tidak soal ketika melihat dekat.

Wortel dan sumber vitamin A lainnya bermanfaat untuk sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang kita lihat ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan.

Sel-sel retina, selain untuk menangkap penglihatan terang-gelap, juga untuk warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh berubahnya sumbu bola mata. Sebagian sebab keturunan.

Kelainan sumbu bola mata hanya mungkin dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata yang kelewat panjang, agar bayangan tepat jatuh di retina.

Caranya dengan memberi lensa pembantu (lensa minus) sebesar yang memberikan hasil bayangan yang kita lihat menjadi tepat jatuh di retina. Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, sehingga semakin jauh bayangan jatuhnya di depan retina, semakin besar minus lensa bantuan yang perlu diberikan.

4. Tidak semua orang dalam hidupnya perlu berkacamata
Juga tidak benar. Orang yang matanya sehat dan normal pun setelah berumur lewat 40 tahun, akan memerlukan kacamata baca untuk rabun dekat (presbyopia). Rabun dekat bukan penyakit, melainkan bagian dari proses menua. Suka tidak suka, setiap orang akan mengalami rabun dekat. Untuk itu perlu dibantu dengan kacamata baca (lensa positif). Semakin bertambah tua, semakin besar kacamata baca yang diperlukan, agar pada jarak baca sehat (33 cm) orang bisa jelas membaca.

Pada orang dengan mata sakit, mungkin sudah sejak kecil memerlukan kacamata. Mata minus keturunan umumnya sudah dialami sejak masih sekolah dasar. Kasus ini tidak bisa diobati tanpa kacamata. Jika myopia dibiarkan, minusnya akan cepat bertambah. Penyakit mata rabun jauh myopia tidak bisa berkurang, apalagi kembali seperti mata normal lagi, kendati sudah memakai kacamata.

5. Rabun senja dapat dikoreksi dengan memakai kacamata
Keliru. Penyakit rabun senja, yaitu mereka yang terganggu melihat gelap (setelah matahari terbenam), tidak bisa dikoreksi dengan kacamata. Penyakit rabun senja terjadi jika sel-sel saraf pembeda terang-gelap di retina terganggu. Ini umumnya terjadi sebab kekurangan vitamin A untuk waktu lama. Anak kurang gizi, yang umumnya kurang makan sumber vitamin A yang yang banyak dalam ikan, susu, sayur-mayur, dan buah, banyak mengidap rabun senja. Maka, cara koreksinya bukan dengan kacamata, melainkan dengan memberi ekstra vitamin A dosis tinggi.

6. Mata buta sebab dibawa sejak lahir
Tidak selalu. Hanya sedikit kelainan mata yang berakibat kebutaan yang dibawa sejak lahir. Penyakit yang diidap ibu selama hamil ada beberapa yang bisa mengganggu mata, seperti toxoplasma. Namun, kebutaan lebih banyak disebabkan oleh kekurangan vitamin A, glaucoma, dan katarak.

Di Indonesia, angka kebutaan sebab kekurangan vitamin A masih banyak. Jika rabun senja sebagai gejala awal kekurangan vitamin A dibiarkan tanpa koreksi dengan memberi vitamin A dosis tinggi, kerusakan mata akan berlanjut. Tampak bercak putih pualam pada putih mata (bitot spot), yang jika masih tidak dikoreksi juga, akan merusak bola mata, menjadi bisul di putih mata, dan akhirnya bola mata akan mengempis, lalu menciut. Pada stadium lanjut ini, mata sudah tak mungkin diselamatkan lagi, dan akhirnya buta sama sekali.

7. Obat tetes mata bisa untuk mengobati semua mata merah
Tidak benar. Ada banyak jenis obat tetes mata. Kita mengenal obat tetes mata merah yang disebabkan oleh infeksi. Jenis ini bukan yang dijual di warung-warung. Mata merah sebab infeksi tidak bisa disembuhkan dengan obat tetes warung. Bahkan, memakai obat tetes warung malah bisa membuat penyakit mata merah bertambah parah, alih-alih menyembuh.

Obat tetes mata untuk infeksi mata juga dibedakan pula, ada yang untuk kuman, ada pula untuk virus, jamur, dan jenis infeksi mata yang tanpa luka (tukak) mata. Pada kasus infeksi mata tanpa luka, boleh diberikan tetes mata yang ditambahkan obat corticostreroid sebagai antiradangnya, namun tidak untuk kasus yang ada luka atau tukaknya.

Sudah disebut di atas, mata merah sendiri bukan melulu disebabkan oleh infeksi. Bisa juga sebab debu atau alergi, dan sebab penyakit mata glaucoma. Pada penyakit ini, tekanan bola mata meninggi, dengan salah satu gejalanya mata merah.

Sudah barang tentu, mata merah sebab glaucoma tidak mempan diobati dengan tetes mata infeksi atau tetes mata yang dibeli di warung, melainkan harus dengan obat khusus penurun tekanan bola mata. Membiarkan glaucoma berkepanjangan bisa berakhir dengan kebutaan.

Mata merah sebab virus herpes tak mempan diobati dengan tetes mata biasa, melainkan dengan tetes mata antivirus. Demikian pula jika mata merah sebab alergi, yang hanya mereda jika diobati dengan tetes mata yang mengandung obat antialergi.

Apa makna semua itu? Tidak semua mata merah boleh sembarang diberi tetes mata. Selain tidak selalu berhasil menyembuhkan, ada bahaya terselubung jika memakai sendiri obat tetes mata secara serampangan. Melihat mata merah tetangga, lalu berniat baik langsung memberikan obat tetes mata bekas ketika pernah sakit mata merah. Ini tidak arif. Niat baik bisa berujung petaka kalau berakibat buruk. Dan ingat, obat tetes mata yang masih tersisa untuk infeksi sebaiknya tidak dipakai lagi. Selain mungkin sudah tidak ampuh, berubah kepekatannya, obat mungkin sudah tercemar bibit penyakit dari mata saat memakainya.

8. Penyakit mata glaucoma disebabkan oleh tekanan darah tinggi
Salah. Penyakit glaucoma disebabkan oleh meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Penyebabnya banyak. Ada yang turunan, sehingga sistem saluran cairan mata di dalam bola mata tersumbat, atau menyempit.

Yang bukan turunan bisa disebabkan oleh gangguan lensa, katarak yang sudah matang atau pecah, pasca-bedah mata, penyakit pada bagian dalam bola mata (iris mata), yang berakibat terganggunya sistem aliran cairan mata, dan berakhir dengan meningginya tekanan bola mata.

Meningginya tekanan bola mata tidak ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi. Orang yang darah tinggi tidak harus tekanan bola matanya juga tinggi. Sebaliknya, orang yang darah rendah belum tentu tidak glaucoma.

9. Katarak hanya pada orang berusia lanjut
Tidak selalu benar. Memang lebih banyak katarak terjadi pada usia lanjut, sebagai bagian dari proses menua. Namun, usia bayi pun bisa katarak juga. Katarak sejak lahir dibawa bayi sejak dalam kandungan mula. Jenis katarak bayi berbeda dengan katarak dewasa dan usia lanjut.

Katarak sebagai komplikasi penyakit lain bisa diderita sebelum usia lanjut, termasuk komplikasi kencing manis, akibat radiasi, cahaya matahari, atau kerusakan lensa mata oleh radikal bebas, yang akan terjadi jauh hari sebelum usia lanjut.

10. Mata bayi baru lahir tak mungkin tertular penyakit kelamin ibunya
Salah. Justru perlu diwaspadai jika ibu melahirkan bayi sebelum keputihannya disembuhkan. Sebab, bisa jadi keputihannya disebabkan oleh penyakit kelamin kencing nanah (gonorrhoea). Mata bayi bisa tertular kencing nanah pada saat persalinan berlangsung. Seminggu setelah lahir, mata bayi membengkak, lengket penuh nanah, dan meradang, tanda tertular kencing nanah dari kemaluan ibunya.

Selain kencing nanah, ibu juga bisa keputihan oleh bibit penyakit lain. Itu sebab setiap bayi baru lahir secara rutin diberi tetes mata antibiotika, untuk jaga-jaga kalau-kalau matanya tercemar bibit penyakit dari jalan lahir ibu.

»»  Baca Selengkapnya...

Penyakit Sakit Mata Merah Menular Lewat Sentuhan

mata merah (Acute Hemorrhagic Conjunctivitis/AHC) tak bisa dianggap sepele. Mata merah tidak akan menular melalui tatapan. Oleh karena itu pemakaian kacamata hitam saat sedang menderita mata merah sebenarnya tidak produktif.

Penyakit ini justru menular melalui sentuhan. Misalnya, penderita mengucek mata dengan tangannya, lalu memegang benda lain dan memaparkan kuman yang hidup, kemudian orang berikutnya memegang benda yang sama dan tidak mencuci tangan, hingga kemudian memegang matanya sendiri dan tertular.
Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi,   Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit   Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak,   Sakit Mata Pada Balita
Berikut adalah kiat yang diberikan Jakarta Eye Center (JEC).

Untuk non penderita yang berada dalam lingkungan yang sama dengan pengidap AHC.

1. Jaga kebugaran tubuh, karena penyakit ini seperti flu; sangat mudah menyerang penderita yang sedang dalam kondisi tidak fit.
2. Cuci tangan dengan bersih. Anda bisa saja harus meneteskan obat mata pada anak Anda yang sedang mengalami mata merah, atau merangkul lengan anak Anda ketika dia baru saja menempelkan tangannya yang terpapar kuman setelah selesai mengucek mata yang gatal, atau bahkan memegang pipi anak Anda saat menyusui bayi Anda yang terkena mata merah. Cuci tangan akan memutus rantai hidup kuman ini.
3. Udara AC dalam ruangan tertutup tidak menularkan mata merah. Karena itu tidak perlu menggunakan kacamata tambahan apabila ada orang-orang dekat Anda yang terkena mata merah. Sentuhan jauh lebih berbahaya.
4. Jika mata merah menyerang Anda tidak perlu panik. Anda cukup berhati-hati bersentuhan dengan si penderita dan periksakan diri ke dokter mata jika sudah terjadi lebih dari 3 (tiga) hari.

Untuk penderita AHC

1. Jangan gunakan handuk, bantal, alat mandi, alat tulis atau mainan yang sama dengan penderita mata merah.
2. Jika Anda terserang AHC pada kedua mata dan ingin mengompres mata Anda dengan air hangat untuk menguasai rasa gatalnya, sediakan 2 (dua) handuk dan 2 (dua) baskom yang berbeda. Mengapa? Agar kuman dari mata tidak berpindah-pindah antara kedua mata.
3. Jika Anda menggunakan tisu untuk melap mata merah Anda, segera buang tisu tersebut agar kumannya tidak terpapar di meja yang mungkin akan dipegang oleh orang lain.
4. Banyak istirahat. Ketika host semakin sehat, maka kuman akan semakin cepat mati karena dilawan oleh sistem kekebalan tubuh dan reaksi obat. Memaksakan diri bekerja saat sedang terkena AHC sama dengan membiarkan penyakit ini sembuh lebih lama.
5. Sebaiknya jangan gunakan make up apabila Anda terkena AHC, agar tidak memperburuk peradangan.
6. Ketika beristirahat di rumah, jangan paksakan mata Anda untuk beraktivitas berat seperti main game atau melanjutkan pekerjaan kantor di laptop.
»»  Baca Selengkapnya...

Obat Sakit Mata Merah Dan Sakit Mata Belekan

Pernah mengalami belekan? Atau istilah sok kerennya konjungtivitas. Mata merah atau belekan merupakan penyakit yang tidak pandang usia. Anak kecil hingga orang tua bisa terkena penyakit ini. Belekan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, dan terkadang virus tersebut juga ditunggangi oleh kuman sehingga terjadi infeksi pada bagian mata. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak, bahkan ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya, karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak matanya. Sehingga pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata.
Sakit Mata Merah,  Sakit Mata Pada Bayi, Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata  Pada Anak, Sakit Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi,  Sakit Mata Anak, Sakit Mata Pada Balita

Penyakit ini sangat menular, media penularannya biasanya melalui benda-benda yang dipakai atau bersentuhan dengan mata si penderita, seperti kacamata, handuk, sapu tangan, dll. Bahkan penularannya juga bisa melalui jari tangan, apabila si penderita mengusap matanya dengan tangan, sehingga tangannya tercemar virus. Sehingga tidak mengherankan, apabila ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ini, maka anggota keluarga yang lain akan sangat mudah tertular.

Si penderita untuk sementara harus berhenti beraktivitas, seperti sekolah dan bekerja. Karena virus ini dapat bertebaran di udara dan bisa hingga di mana saja, dan kondisi lingkungan yang berdebu dan berpolusi dapat memperparah penyakit dan bisa membahayakan orang di sekitarnya.

Belekan merupakan radang konjungtiva,sisi dalam kedua kelopak mata yang menutupi sisi putih pada mata.

Ada beberapa penyebab belekan :

  1. Reaksi alergis terhadap debu, spora jamur, ketombe, atau kontak langsung dengan air or kosmetik yang mengandung zat klorine.
  2. Belekan karena bacterial, dicirikan dengan kotoran yang berwarna kekuningan agak mirip seperti isi jerawat pokoknya yaa gitu dech!! Hehehe, untuk masalah seperti ini bisa sedikit kita atasi kompres dengan air hangat tambahkan minyak anti biotik pada air hangatnya, atau obat tetes untuk bakteri, karena banyaknya jenis bakreri yang ada maka untuk lebih enaknya dapat langsung bertanya kepada dokter, jika diatasi dengan teratur belekan jenis ini dapat hilang dalam waktu 2 – 3 hari
  3. Konjungtif viral (belekan viral) ini terjadi akibat komplikasi flu dan pilek hal ini sedikit menghasilkan kotoran hitam, tapi lebih banyak keluar air di banding konjungtif bakteri sehingga jika bangun tidur mata akan sangat rapat dan sulit untuk terbuka, hal ini biasanya terjadi jika antibiotika tidak bekerja sepenuhnya, maka diperlukan 2 – 3 minggu untuk menghilangkan belekan ini.

Ada beberapa tips untuk menghilangkan belekan :

Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun, jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian, diperlukan antibiotika. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan.

Ada dua macam obat untuk penyakit ini, salep dan tetes. Untuk penyakit infeksi mata yang berat, daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya, obat berbentuk salep lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata dibandingkan dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir keluar lagi bersama air mata. Sehingga obat tetes lebih sering dipakai daripada obat berbentuk salep, mungkin setiap 3 - 4 jam sekali. Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.

Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai bulu mata. Caranya mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.
Belilah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter, karena obat mata yang ada dipasaran belum bisa sampai membunuh bibit-bibit penyakitnya dan tidak semua penyakit mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.

  1. Jangan menyentuk mata dengan jari, karena banyak kuman yang menenpel pada jari tangan, jika terjadi gatal gunakan kain lembtu untuk mengusapnya.
  2. Dengan mata terpejam basuhlah kelopak mata dengan air hangat, INGAT!!! Air hangat bukan air panas jika terlalu panas justru akan menyebabkan iritasi, hal ini untuk melunakan dempetan mata dan menghilangkan kotoran sisa belekan yang masih menempel pada kelopak mata usapkan 3 – 4 kali sehari setidaknya 5 mnt.
  3. Gunakan obat tetes untuk mengurangi iritasi dan rasa gatal pada mata
  4. Untuk yang agak ganjen hindari pemakaian tata rias di daerah mata sampai infeksi bisa benar- benar bia dihilangkan
  5. Jangan dulu menggunakan kontak lens jika masih infeksi
  6. Seringlah mencuci tangan karena secara tidak sadar per hari kita menyentuh daerah mata sekitar +10x
  7. Jika dalam 2 – 3 hari mata semakin tidak nyaman dan sensitive terhadap cahaya, cobalah untuk istirahatkan mata anda (maksudnya tidurlah yang cukup) min 6 jam, jika masih kedokter dunks!!!
  8. Atau coba cara yg tradisional. Ambil daun sirih segar 4 lembar direbus, setelah dingin gunakan untuk kompres mata yg sakit.

Pencegahan
Virus penyakit ini biasanya ada di tempat-tempat yang kumuh, seperti percikan air banjir. Hindari memegang dan mengucek mata jika terasa gatal. Dan hindari juga kontak langsung dengan si penderita.

Biasakan hidup sehat dan bersih. Ingat..! Mencegah lebih baik daripada mengobati.

»»  Baca Selengkapnya...

Obat Sakit Mata Merah dan Bengkak

Tiga hari yang lalu saya sakit mata merah, rasanya gatal, risih dan perih. Saya putuskan pergi periksa ke dokter dan saya diberi resep plus obat tetes mata Cendo Xitrol ( maaf saya tidak bermaksud untuk promosi ) hasilnya memuaskan. Kata dokter penyakit mata merah. disebabkan karena virus yang penyebarannya cukup efektif melalui udara dari mulut/nafas si penderita dan disarankan bagi penderita memakai masker agar tidak menyebar pada orang lain. Saya jadi ingin posting hal-hal yang berhubungan dengan sakit mata. Dibawah ini adalah artikel yang saya temukan di internet, semoga bisa mambantu dan menambah wawasan Anda.
SAKIT MATA DAPAT MENULAR LEWAT TATAPAN ADALAH ANTARA MITOS DAN KENYATAAN?
Sakit Mata Merah, Sakit Mata Pada Bayi, Sakit Mata Belekan, Sakit Mata Menular, Sakit Mata Pada Anak, Sakit Mata Saat Hamil, Sakit Mata Ikan, Sakit Mata Bayi, Sakit Mata Anak, Sakit Mata Pada Balita

Masyarakat sekitar kita masih banyak yang percaya bahwa apabila seseorang terkena penyakit mata maka jangan berani menatap matanya karena orang yang menatapnya akan tertular penyakit mata tersebut.

Dan survey membuktikan, bahwa orang yang menatap langsung dengan orang yang sedang terkena penyakit mata, maka beberapa hari kemudian orang tersebut terkena juga penyakit mata…

Sebetulnya apa yang dikatakan orang tua kepada kita ada benarnya agar tidak menatap mata orang yang sedang terkena penyakit mata, maksudnya adalah agar kita jangan dekat-dekat orang yang sedang terkena penyakit mata (mata merah) tersebut, karena memang penyakit mata itu menular baik melalui udara ataupun benda-benda yang dipegang oleh si penderita.

8 JENIS PENYAKIT MATA DAN PENANGANANNYA

Namun tidak semua penyakit mata itu menular, menurut Dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Ph.D. ada 8 jenis penyakit mata yang kerap menyerang kepada kita yaitu:

1. KONJUNGTIVITIS (MENULAR)

Adalah iritasi/peradangan akibat infeksi pada bagian selaput yang melapisi mata. Gejalanya mata memerah, terasa nyeri, berair, gatal, keluar kotoran (belekan), dan penglihatan (kabur). Penyakit yang mudah menular dan bisa berlangsung hingga berbulan-bulan ini disebabkan beberapa faktor, seperti infeksi virus atau bakteri, alergi (debu, serbuk, bulu, angin, atau asap), penggunaan lensa kontak yang kurang bersih, dan pemakaian lensa kontak jangka panjang.

Bayi juga dapat menderita penyakit serupa. Hanya saja penyebabnya lebih karena infeksi yang timbul ketika melewati jalan lahir. Lantaran itulah, pada bayi penyakit ini disebut konjungtivitis gonokokal. Seperti diketahui, jalan lahir tidaklah steril dari kuman tertentu yang mungkin bisa menimbulkan infeksi.

Nah, saat bayi lahir melewati jalan lahir (vagina), ia tentu akan terpapar kuman yang ada di lokasi itu. Jika mengenai mata bisa mengakibatkan infeksi pada mata dengan gejala mata merah dan belekan. Oleh karena itu, pada umumnya mata bayi baru lahir akan ditetesi obat mata atau salep antibiotika untuk mematikan bakteri yang dapat menyebabkan konjungtivitis gonokokal.

Penanganan:

* Kompres mata dengan air hangat.
* Gunakan obat tetes mata atau salep antibiotika sesuai resep dokter. Biasanya penderita juga diberi tablet atau suntikan untuk mengurangi iritasi dan gatal pada mata.
* Bersihkan tangan sebelum mengoleskan salep agar tak menimbulkan iritasi lebih parah.
* Usahakan agar penyakit ini tidak menyebar pada orang lain, misalnya memisahkan alat-alat yang digunakan dan tidak digunakan oleh orang lain.

2. KERATOKONJUNGTIVITAS VERNALIS (KV)

Adalah iritasi/peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit. Gejalanya: mata merah, berair, gatal, kelopak mata bengkak, dan terjadi kotoran mata (belekan). Perlu diketahui KV merupakan peradangan yang berulang alias musiman dan penderitanya cenderung kambuh terutama pada musim panas. Terkadang penderita KV mengalami kerusakan pada sebagian kecil kornea yang menyebabkan nyeri yang akut.

Penanganan:

* Jangan menyentuh atau menggosok bagian mata karena bisa menyebabkan iritasi
* Mata dikompres dengan air hangat.
* Dokter biasanya akan memberikan obat tetes mata.

3. ENDOFTALMITIS

Merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dalam sehingga bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi karena mata anak tertusuk sesuatu seperti lidi atau benda tajam lainnya. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani karena bisa menimbulkan kebutaan.

Penanganan:

* Dokter mata biasanya memberikan obat antibiotika.
* Untuk mengeluarkan nanah yang berada di bola mata, penderita harus menjalani pembedahan.

4. SELULITIS ORBITALIS (SO)

Yaitu peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, kelopak mata bengkak, bola mata menonjol dan bengkak, serta penderita mengalami demam. SO pada anak-anak sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus atau infeksi yang berasal dari gigi. Diagnosa pasti dapat ditegakkan melalui rontgen gigi dan mulut atau CT Scan sinus. SO yang tak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak atau pembekuan darah di otak.

Penanganan:

* Untuk kasus yang tergolong ringan dapat diberikan antibiotika secara oral.
* Pada kasus berat diberikan antibiotika melalui pembuluh darah atau bahkan pembedahan untuk mengeluarkan nanah ataupun mengeringkan sinus yang terinfeksi.

5. TRAKOMA (MENULAR)

Adalah infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini berkembang biak di lingkungan yang kotor atau bersanitasi buruk. Lantaran itulah, trakoma sering menyerang anak-anak, terutama di berbagai negara berkembang. Pemaparan bakteri berlangsung saat anak menggunakan alat atau benda yang sudah tercemari Chlamydia seperti sapu tangan atau handuk.

Gejala trakoma adalah mata merah, mengeluarkan kotoran (belekan), pembengkakan kelopak mata dan kelenjar getah bening, serta kornea kelihatan keruh. Penyakit ini sangat menular.

Penanganan:

* Jauhkan alat/benda yang sudah dipakai penderita dari anggota keluarga yang lain.
* Penderita biasanya akan diberi salep antibiotika yang mengandung tetracycline dan erythromycin selama sekitar satu bulan bahkan bisa lebih.
* Jika tak segera ditangani dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut di kornea sehingga menyebabkan bulu mata melipat ke dalam dan terjadilah gangguan penglihatan.
* Jika terjadi kelainan bentuk pada kelopak mata atau kornea kemungkinan perlu dilakukan tindakan pembedahan.

6. BLEFARITIS

Di bagian bola mata terdapat lapisan air mata yang berfungi melindungi bola mata dari iritasi. Lapisan yang sangat halus ini terdiri atas tiga kelenjar, yaitu kelenjar minyak, air dan lendir. Nah, blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata karena terjadinya produksi minyak yang berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak tersebut. Tidak diketahui persis mengapa produksi minyak bisa menjadi berlebihan. Sayangnya kelebihan minyak ini ada di dekat kelopak mata yang juga sering didatangi bakteri.

Gejala blefaritis berupa mata merah, nyeri, panas, gatal, berair, ada luka di bagian kelopak mata dan membengkak. Pada beberapa kasus sampai terjadi kerontokan bulu mata. Ada dua jenis blefaritis yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior. Yang pertama merupakan peradangan di kelopak mata bagian luar depan yaitu di tempat melekatnya bulu mata. Penyebabnya adalah bakteri stafilokokus. Yang kedua adalah peradangan di kelopak mata bagian dalam, yaitu bagian kelopak mata yang bersentuhan dengan mata. Penyebabnya adalah kelainan pada kelenjar minyak.

Penanganan:

* Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan cara sering membersihkan sekitar kelopak mata untuk mengangkat minyak. Ada sejenis pembersih khusus yang bisa digunakan.
* Untuk membunuh bakteri digunakan salep antibiotika seperti erythromycin atau sulfacetamide. Bisa juga dengan obat antibiotika oral seperti tetracycline.

7. DAKRIOSISTITIS

Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada duktus nasolakrimalis yaitu saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut. Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah dan bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah dan penderita mengalami demam.

Infeksi yang ringan biasanya akan cepat sembuh walau tetap ada pembengkakan. Sementara yang tergolong parah dapat menyebabkan kemerahan dan penebalan di atas kantung air mata. Jika terus berlanjut akan terbentuk kantung nanah.

Penanganan:

* Dengan cara pemberian antibiotika oral atau melalui pembuluh darah.
* Bisa dilakukan pengompresan dengan air hangat di sekitar kantung air mata
* Jika terjadi kantung nanah maka harus dilakukan pembedahan.

8. ULKUS KORNEA (UK)

Adalah infeksi pada kornea bagian luar. Biasanya terjadi karena jamur, virus, protozoa atau karena beberapa jenis bakteri, seperti stafilokokus, pseudomonas atau pneumokokus. Penyebab awal bisa karena mata kelilipan atau tertusuk benda asing. UK terkadang terjadi di seluruh permukaan kornea sampai ke bagian dalam dan belakang kornea. UK yang memburuk dapat menyebabkan komplikasi infeksi di bagian kornea yang lebih dalam, perforasi kornea (terjadi lubang), kelainan letak iris (selaput pelangi) dan kerusakan mata.

Gejalanya mata merah, nyeri, gatal, berair, muncul kotoran mata, peka terhadap cahaya (photo phobia), pada bagian kornea tampak bintik nanah warna kuning keputihan, dan gangguan penglihatan.

Penanganan:

* Penderita UK perlu melakukan berbagai pemeriksaan seperti tes refraksi, tes air mata, pengukuran kornea (keratometri), dan tes respons refleks pupil.
* UK tingkat ringan dapat ditangani dengan obat tetes mata yang mengandung antibiotika, antivirus atau antijamur.
* Penderita yang tergolong berat kemungkinan perlu menjalani pembedahan yaitu pencangkokan kornea.

Lalu bagaimana mengobati penyakit mata dengan menggunakan obat herbal?

Sebelumnya Saya beritahukan terlebih dahulu sebelum Anda mencobanya “ Obat dengan menggunakan media herbal (tumbuhan) ini telah saya coba dan praktekkan dengan hasil yang cukup memuaskan, namun effect dari obat ini tergantung dari penyakit yang Anda derita. Saya tidak menjamin kesembuhan Anda, karena yang memberi kesembuhan adalah Allah dan tentunya dengan usaha Anda untuk menyembuhkan penyakit Anda. Saya juga tidak bertanggung jawab jika setelah menggunakan obat ini bukan kesembuhan yang Anda alami, tapi penyakit Anda semakin parah, karena sekali lagi kesembuhan hanya milik Allah.”

Ok, Setelah Anda membaca ketentuan diatas sekarang saatnya Anda mempraktekan obat herbal di bawah ini:

1. Ambil 3 lembar daun sirih yang sudah agak tua.
2. Cuci daun sirih tersebut sampai bersih.
3. Siapkan air panas ¼ gelas, dan siapkan juga pisin (piring kecil)
4. Simpan daun sirih yang sudah bersih tersebut diatas pisin, lalu seduh dengan air panas.
5. Di kucek sedikit daun sirih tersebut, agar cairan dalam sirih tersebut keluar.
6. Biarkan beberapa menit sampai air tersebut hangat atau dingain.
7. Ketika sudah hangat atau dingin, celupkan mata Anda yang sakit ke pisin yang telah berisi cairan sirih. Biarkan selama 5 detik, lalu angkat dan tengadahkan muka Anda keatas, agar cairan sirih dapat masuk ke sela-sela mata.
8. Lakukan 3 kali sehari.

Awalnya terasa perih, namun sesudah itu perihnya akan segera hilang dan mata akan terasa lebih segar. Tidak dianjurkan untuk anak-anak dibawah 3 tahun.

Kalau Anda termasuk pecinta pengobatan secara esktrim, Saya pun akan memberikan untuk Anda beberapa Tips pengobatan yang sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat, terutama masyarakat perkampungan/pedalaman. Namun kalau Anda ragu lebih baik jangan dech…. Karena tidak terbukti secara ilmiah!

1. Dengan menggunakan ludah bari (ludah pertama kali Anda bangun pagi), oleskan ludah bari Anda ke mata yang sedang sakit.
2. Menggunakan tai upil (kotoran telinga), ketika bangun tidur oleskan mata anda dengan kotoran telingan Anda.
3. Menggunakan air kencing pagi, usap muka Anda dengan air kencing pertama Anda pada pagi hari.

Hehehe…. Kalau yang diatas sih, Saya tidak rekomendasikan, namun masyarakat masih banyak yang menggunakan oabt-obat jorok tersebut dan terbukti ampuh. Tanyakan saja pada orang tua Anda, apakah mereka masih memakai obat alternatif tersebut…hihihi! :D (Original by Sochen)
»»  Baca Selengkapnya...